Evaluasi Fasilitator Anak : Hari ke-6

Menjadi fasilitator anak yang mempuni adalah puasa saya di minggu ke-3 kelas kepompong, bunda cekatan. Saya ingin mengisi waktu berharga saya dengan melakukan proses belajar dengan anak-anak yang menyenangkan dan berkesan bagi kami semua.

Saat gairah belajar kami sedang tinggi, anak-anak mengalami gejala Demam Dengue. Anak-anak mengalami panas tinggi selama 2-3 hari, lalu kepala terasa pusing dan sedikut menggigil. Kesembuhan anak-anak adalah tujuan utama kami saat ini. Keseruan mempelajari dan mengembangkan kemampuan dalam hal video fotographi harus kami tunda saat ini.

Walau pun hasrat dan target belajar saya pribadi saat ini sedang tinggi. Saya harus mengesampingkan hal itu. Saya harus mengurus anak-anak terlebih dahulu, mendampingi mereka melewati masa sakit dan perasaan yang tidak nyaman bagi mereka.

Tugas saya sebagai fasilitator anak saat ini adalah mendorong suami menjelaskan sesuai ilmu medis apa yang sedang dialami anak-anak. Tugas kami adalah mendampingi anak-anak mengenal dugaan penyakit yang mereka alami. Bagaimana upaya secara medis agar mereka cepat pulih dan terhindar dari penyakit yang lebih parah lagi.

Tips dan trik yang kami lakukan jika anak-anak sakit :
  1. Sebagai orang dewasa yang berada didekat anak-anak, maka saya harus tetap tenang. Tidak gampang memperlihatkan ketenangan saat suhu tubuh anak mencapai 39 derajat celsius dan disertai muntah, lalu bukan hanya 1 anak, ada 2 anak yang sakit. Harus tetap tenang, walau pun susah.
  2. Istirahat yang cukup, saya merasakan ini sangat saya butuhkan, karena hanya dengan kondisi tubuh yang fit, saya akan bisa mendampingi anak-anak dalam masa sakit mereka.
  3. Mencari informasi tentang penyakit yang dialami, bagaimana mencegah dan mengobati agar sakit yang dialami anak-anak tidak lebih parah 
  4. Membuat menu makanan bergizi bagi anak-anak
  5. Konsumsi obat-obatan sesuai petunjuk dokter
  6. Mengajarkan anak-anak memakai termometer, mengenalkan konsep kerja alat tersebut
  7. Mencerikan hal posisitif yang bisa dilakukan saat sakit
  8. Berdo'a kepada Allah, tetap mengingatkan anak-anak untuk melaksanakan sholat
  9. Istirahat yang cukup bagi anak-anak yang sakit
Jika hal diatas telah dilakukan dan ada gelaja lain yang menyertai, serta kondisi anak semakin parah, saya akan menghubungi dokter anak. Walau pun suami saya seorang dokter, namun beliau bukan dokter anak, sebagai keluarga dokter kami tahu kapan harus mengambil tindakan untuk melakukan konsul kepada yang lebih ahli.

Terus berusaha mendampingi anak-anak melewati masa sulit dan sakut mereka. Syafakallah Ghaza..Syafakallah Hilmi.

#catatan25
#kelaskepompong
#bundacekatan
#ibuprofesional

Komentar

Postingan Populer

Juma Lau, Tempat Wisata Asri Dekat dari Medan

Let's Read, Menumbuhkan minat baca dengan menyenangkan.

Tentang Olfactory dan Gustatory