Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

ApresiAKSI

Gambar
Kali ini yang kami pelajari adalah bagaimana melakukan apresiAksi dengan menganalisa dampaknya. Ada 5 hal yang dibahas Ibu saat melakukan sharing session tentang apresiAksi , yakni : Social Impact Theory of Change The Logic Model Risk Management Stop Continue Start Saya akan membahas secara bertahap apa yang telah kami lakukan bersama tim.  1. Social Impact Social Impact adalah pengaruh AKSI kita terhadap manusia dan lingkungan yang ada di sekitar kita. Tentunya d ampak sosial yang diharapkan oleh setiap tim dan anggota tim adalah hasil positif dari AKSI yang telah kita rencanakan dan kita lakukan. Misalnya dampak yang diharapkan adalah menghasilkan kesejahteraan yang lebih baik, akses ke HAM dan manfaat lainnya bagi orang-orang yang terkena dampak langsung dan tidak langsung dari aksi kita. Untuk mengukur hal ini kita dapat membuat; Analisa Dampak. Analisa dampak ini antara dibedakan diukur melalui : Dampak langsung dapat dilihat pada manfaat dan perubahan yang dirasakan oleh anggota

Keluarga Ku, Tim Terhebat Ku

Gambar
  S aatnya mengosongkan gelas kembali. Ibu Septi dan Pak Dodik memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti tahap selanjutnya yakni training fasilitator advanced "A Home Team" Pertemuan perdana bersama Ibu Septi yang dilakukan pada Hari Selasa, 23 November 2021, berisikan bagaimana kita bisa fokus membangun A Home Team bersama keluarga. Bagi saya ini kesempatan menggali potensi dan kekuatan keluarga kami. Dan tentu saja hal itu tidak pernah membosankan. Bagi saya membangun kekuatan keluarga ini sangat penting. Selain karena amanah dari pencipta, membangun keluarga ini merupakan membangun support system  terhadap seluruh aktivitas kami bersama.  Pada awalnya kami diminta mengingat bagaimana keluarga saya saat ini. Bagaimana KITA saat ini?. Pertanyaan ini membawa saya kembali kepada memori memulai bersama suami menapaki satu per satu jalan membangun KELUARGA .  Kami diminta untuk mengingat bagaimana istri dan suami berbagi peran, dari awal berumah tangga, sampai saat ini.

Review Jurnal 6 : Aksi untuk Solusi

Gambar
S enang sekali bisa melakukan jajan ide dengan melakukan review. Kali ini buddy saya adalah mba Inggil dari bekasi. Beliau bersama tim Teman Tumbuh Para Ibu. Senang sekali membaca rencana beliau bersama teman-teman dan perjalanan melakukan milestone mereka. Hasil Review saya adalah : Kali ini saya tertarik mengulik tentang buddy system yang diterapkan di perkuliahan Ibu Pembaharu. Saya terlibat dalam buddy system pada perkuliahan bunda cekatan.  Apa itu buddy? Menurut Oxford Dictionaries, buddy adalah pertemanan kooperatif antar individu dipasangkan dan salah satunya bertanggungjawab atas yang lainnya. Biasanya orang yang baru dipasangkan dengan yang lebih senior dan berpengalaman. Orang yang mendampingi orang yang baru inilah yang disebut buddy. Dalam praktiknya di perkuliahan Ibu Pembaharu, seorang buddy adalah orang lain yang diberi penugasan yang sama namun berbeda tim atau pun aksi yang dibuat. Berbeda dengan perkuliahan di bunda cekatan yang memberikan kebebasan kepada membernya

Saatnya Aksi untuk Solusi

Gambar
Saatnya Beraksi    Saat melihat live Ibu Septi Peni Wulan Dani, Ibu menyampaikan sebuah  quote :  Jangan pernah meragukan sekelompok kecil warga negara yang penuh perhatian dan berkomitmen dapat mengubah dunia, memang itu satu-satunya hal yang pernah ada. Margaret Mead Saat live di FBG Institut Ibu Profesional, mendengarkan Ibu bercerita bagaimana Ibu Profesional bertahan sampai saat ini, Hal itu bukanlah hal yang mudah. Begitu pun kelas Bunda Salihah, Ibu memperkirakan hanya 10% yang bertahan, yang berkomitmen. Lalu ibu mneyampaikan pentingnya melakukan tahapan : Empati - Aksi - Solusi Saat ini Kami telah sampai pada tahap ke-6. Kami melangkah dari tahap 1- tahap 5 di Kampus Ibu Pembaharu. Ibu mengingatkan apa yang telah Kami lakukan, yakni mengubah EMPATI Kami terhadap kondisi diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar Kami, menjadi sebuah AKSI dan inovasi sosial sesuai apa yang telah Kami rencanakan, untuk menda patkan sebuah SOLUS I . Saya menyadari, Kami merasakan dampak yan

Mengetahui perkembangan ekonomi syariah melalui Majalah Fortune Indonesia

Gambar
I ndonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia. Jumlah penduduk muslim di Indonesia mencapai 229 juta jiwa atau sekitar 87,2 persen dari total populasi penduduk dunia.  Demikian salah satu isi berita  Majalah Fortune Indonesia   tentang  potensi ekonomi syariah nasional perlu dioptimalkan . Besarnya persentase penduduk muslim Indonesia tentu saja menjadi potensi yang menarik para pelaku bisnis menjadikan penduduk muslim sebagai target pasar mereka. Saat membaca majalah ini saya sebagai salah satu penduduk muslim di Indonesia terbantu mengetahui perkembangan ekonomi syariah itu sendiri. Dengan potensi pasar syariah yang cukup besar dan menjanjikan, wajar saja jika salah satu bank syariah di Indonesia menginginkan terlibat aktif dan berkeinginan menjadi pemain utama dalam perkembangan ekonomi syariah. Apa yang bisa dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga saat mendapatkan informasi seperti yang tertera di Majalah Fortune Indonesia ?. Menurut saya ada beberapa

Feed Back Materi 5 : Identifikasi Aksi

Gambar
B uddy saya kali ini adalah Miss Yuli dari IP Padang. Saya kagum dengan beliau, ditengah kondisi fisik yang sedang berjuang sembuh dari operasi yang baru dilakukan, tugas sebagai mahasiswa Bunda Salihah tetap ditunaikan semaksimal yang beliau bisa.  Semoga tugas-tugas Bunda Salihah ini menjadi teman dan obat dalam kesembuhan beliau. Membaca cerita Miss Yuli saya terbawa dalam suasana haru terhadap kondisi Miss Yuli, keberanian besar Miss Yuli menceritakan apa yang telah dilewati menjadi cerita penyemangat sendiri. Saat membaca lebih lanjut, saya melihat Miss Yuli dan tim sudah berupaya menjalani proses Identifikasi Aksi ini sesuai dengan yang telah dipaparkan oleh Ibu Septi Wulan Dani. 

Cerdas Menjadi Ibu Rumah Tangga

Gambar
Y a, saya Ibu Rumah tangga. Ape lu! Halah gualak amaaat.. Jika ada yang bertanya apakah Kamu Ibu Rumah Tangga, apa lagi bertanya;  Kamu " hanya Ibu Rumah Tangga ya? ", dibawa santai saja yah, jangan jadi gualaak.. Yuk Kenalan dahulu, Saya Elva, Istri dan ibu dari dua orang putra. Saya mau cerita tentang Ibu Rumah Tangga atau sering disingkat IRT. Saya cukup sering mendengar orang yang berpandangan miring tentang "IRT" ini. Hal yang viral tentang IRT adalah kaum rebahan, yang seringnya menghabiskan uang suami, diam saja di rumah mendidik anak-anak, nonton drakor atau sinetron yang tidak jelas manfaatnya, lebih sering ketinggalan zaman dibandingkan ibu-ibu yang bekerja di ranah publik. Tidak jarang praduga diatas malah disambut jawaban sinis atau malah merasa rendah diri dari seorang Ibu Rumah Tangga. Nah loh.. Akhir tahun 2005, saya bekerja di sebuah NGO. Setelah saya menyelesaikan tanggung jawab sebagai Ketua Umum sebuah organisasi perempuan, pengalaman bekerja di N

Jika Berdaya, Berbagi dan Berdampak lah.

Gambar
P erkenalan saya dengan institut Ibu Profesional sangat unik. Saya mengenal komunitas ini dari cerita salah satu senior yang saat itu baru pulang dari Salatiga dan mempelajari sebuah metode berhitung yang menggunakan jari. Senior tersebut bukan lah member dari komunitas Ibu Profesional, namun beliau tetap merekomendasikan komunitas ini kepada saya. Meski pun beliau bukan member komunitas Ibu Profesional, cerita tentang Founding Mother komunitas ini membuat saya tertarik dan merasa komunitas ini adalah komunitas yang saya cari selama ini, saya ingin belajar tidak saja bermanfaat pada diri sendiri dalam mengurus rumah tangga, namun juga bermanfaat bagi lingkungan saya. Teman-teman bisa membaca perkenalan sampai dengan keterlibatan apa saja yang saya lakukan di Ibu Profesional, silahkan baca di  Hai, saya Elva, ibu profesional . Menjelang 1 dekade Ibu Profesional, ada perhelatan besar yang akan dibuat, yakni Konferensi Ibu Pembaharu dan Kongres Ibu Pembaharu. Event besar ini diawali denga