Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Elvacitrasari#kelompok20#tugasmateridua

Gambar
#RuangBerkaryaIbu #Proyek2 #TugasMateriDua #KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu 📗💓 *Tugas Materi 2* Setelah mengidentifikasi 7 Bakat Dominan Diri dari 34 Tema Bakat dan 6 Peran Dominan dari ST30, maka *tantangan berikutnya* ialah: 🔖Buatlah "ruang" untuk 7 Bakat Dominan Diri dari 34Tema Bakat dalam kehidupan sehari-hari,  berkeluarga, ataupun berkomunitas Contoh: -Command Memberi ruang dengan mengambil kesempatan untuk menjadi leader dari suatu proyek -Analytical Memberi ruang pada diri untuk menjadi bagian dari tim riset, baik di keluarga maupun di komunitas 🔖Buatlah "ruang" untuk 6 Peran Dominan dari ST30 dalam kehidupan sehari-hari,  berkeluarga,  ataupun berkomunitas. Contoh: -Administrator Maka ruang yang diberikan pada diri dengan mengambil peran sebagai sekretaris di komunitas -Communicator Maka ruang yang diberikan pada diri dengan cara mengambil peran sebagai MC, moderator pada event2 keluarga ataupun komunitas 📝Tulis tugas di

ElvaCitraSari#Kelompok20#TugasMateri1

#RuangBerkaryaIbu #Proyek2 #TugasMateriSatu #KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu Perdana mengumpulkan tugas di RBI ini dan yang menjadi tugas kami adalah : 📒💓 *Tugas Materi* 🔖Identifikasi 7 Bakat Dominan Diri dengan indikator 34Tema Bakat 📒 *34 Tema Bakat* dapat dilihat di bit.ly/Pandu45 🔖Identifikasi 6 Peran Dominan dari ST30 (hasil asessment ST30 mulai halaman 6-13) Bakat diri yang saya amati antara lain berdasarkan peta bakat : 1. COMMAND (Berani berkonfrontasi dan ingin jadi pengendali) 2. COMMUNICATION ( Suka menyampaikan ide, pikiran dengan cara yang mudah difahami orang lain) 3. IDEATION (Selalu memiliki ide-ide baru) 4. LEARNER (Sangat suka belajar hal batu) 5. RESPONSIBILITY (Memegang teguh janji, pasti ditunaikannya) 6. STRATEGIC (Pandai memilih jalan menuju tujuan yang diinginkan) 7. SICNIFICANCE (Senang tampil dan diperhatikan) Peran Dominan berdasarkan ST 30 : 1. ANALYST 2. ARRANGER 3. COMMANDER 4. EXPLORER 5. MOTIVATOR 6. SELECTOR

Mengembangkan fitrah keimanan dengan cara mendidik anak lewat checklist ibadah

Gambar
Suatu hari menjelang Ramadhan beberapa tahun yang lalu, salah satu senior saya menyinggung checklist ibadah. Diskusi ini menarik karena langsung ada dua kubu, setuju dengan penerapan checklist ibadah dan ada yang tidak setuju. Saya termasuk ke dalam bagian "orang yang MENYETUJUI" penggunaan checklist tersebut. Kemarin, Ustad Harry Santosa menyinggung tentang penggunaan checklist ibadah ini. Tulisan lengkap beliau busa dilihat di link berikut ini :  https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10215398566547493&id=1536815060 Setelah membaca dengan seksama tulisan ini, seperti biasa Ustad ingin para orang tua berfikir ulang tentang apa yang dilakukan oleh orang tua dalam menumbuh kembangkan fitrah belajar anak. Kembali ke penggunaan checklist, saya merupakan orang tua yang belajar mengembangkan cara mendidik anak dengan penggunaan checklist-checklist pada anak-anak saya. Sekali lagi ini hanya cara saja, salah satu metode belajar dan mengajarkan yang kami gunakan. S

Umi (Bunda) Sayang ini karena kalian, Anak ku.

Gambar
Sudah setahun Umi kalian ini mengikuti kelas Bunda Sayang. Alhamdulillah akhirnya rampung pelajaran di kelas ini nak. Tapi, Umi mau menceritakan mengapa Umi mau menyelesaikannya. Umi mengenal konsep Bunda Sayang yang di gagas Institut Ibu Profesional dari sebuah buku, dengan judul Bunda Sayang. Buku ini Umi miliki awal tahun 2015 kalau Umi tidak salah, ada 12 konsep pengasuhan yang dituangkan dalam buku tersebut. Membaca buku ini asyik sekali nak, karena ternyata Umi punya teman, teman yang berbagi pengalaman dan pengamalan aktivitas mereka mendampingi buah hati dan keluarga seperti Umi. Sekian tahun berlalu umi mendapat kabar di grup IIP Sumut ada perubahan pola dari kelas webinar dengan bunda Septi Peni Wulandani yang selalu seru dan Umi nantikan, berubah ke pola kelas berjenjang. Sama nak seperti kalian, ada pendidikan usia pra sekolah, SD dan selanjutnya sampai kelak nanti kalian siap bermanfaat di masyarakat. Umi punya kelas, Umi belajar lagi. Ada Kelas Bunda Sayang, Bunda