The Buddy System



Tentang The Buddy-system,  sebelumnya saya mencoba melamar teman sesama IP Sumut, karena kebutuhan belajar saya terkadang bertatap muka langsung, disaat kami berfikir bisa mengganti buddy, kami mendengarkan lagi video bunda Septi, beliau menyampaikan agar mencoba mengikhlaskan siapa pun yang pertama menjemput lamaran.

Saya fikir ga fair teman saya mengesampingkan buddy yang telah lebih dahulu melamar dan  membuatkan testimoninya di grup. Akhirnya kami berpisah.

Saya break mengambil jeda belajar secara offline tetang TM. Setelah 3 hari mengikuti rangkaian kegiatan TM Dynamic bersama Kang Firman, saya baru mencoba lagi fokus ditugas ini, sudah 13 orang bunda yang menyatakan sudah ada pendamping. Wah alamat jomblowati ni saya fikir..kata-kata mutiara sebagai jomblo wati pun sudah di kepala untuk dituliskan.

Beberapa menit lalu, salah satu teman di Hima Sumut ada yang menyarankan coba saja melamar Bunda Ika..saya fikir, mencoba??, apa iya Bunda Ika belum ada buddy ya..apa mau ya.. jadi tadi Bismillah saja.

YEY..SHE IS MY BUDDY.

Alhamdulillah lamaran saya diterima Bunda Ika. Asal beliau dari IP Bogor. Saya sangat bersyukur bisa bersilaturahmi dan berdiskusi dengan beliau. Berikut cerita beliau .

Jadi gini, kelas buncek bikin peta jalan pribadi makin clear. itu yang tak rasakan. pas banget dengan apa yang sedang dijalankan di rumah bareng keluarga. tapi kali ini membangun macem branding dan kekuatan diri sendiri. 

Nah, beberapa tahun belakangan ini saya tuh sering dapet tamu para orang tua yang kesulitan ngadepin remajanya di rumah. makin ke sini kok makin banyak. sebelum buncek hadir, kebutuhan akan ilmu konseling dan ondol2nya jadi prioritas. karena saya bukan psikolog, jadi butuh apdet ilmu psikolog yang bukan psikolog, macem ilmu terapannya. pas masuk buncek, akhirnya ilmu dan pengalaman itu menjadi prioritas pertama di mindmap.

Masuk ke grup/keluarga coaching and counseling? udah, tapi yang banyak dibahas justru coachnya karena penduduknya kebanyakan yang butuh coaching. yaa, walau kadang ada juga diskusi ttg konseling sih. tapi porsinya tetap belum seperti yang tak butuhkan. 

okey, tak cari sendiri aja lek ngunu.

Kalau knowledge online, bisa nggolek dewe kasarane, tapi saya lagi butuh yang offline. kemaren ada, tapi waktunya bentrok dg kegiatan lain yang sudah di arrange.

Itu mind map pertama Bunda Ika. 

Mindmap berikutnya adalah tentang kepenulisan artikel dan ondol-ondolnya.

Semakin ke sini makin sering mendapat permintaan kepenulisan artikel dan desakan 2 penerbit indi. sepertinya mereka 'berbuat kek gitu' setelah ubek2 blog saya deh. hahahaha

Maka, belajar lagi per blog an dan bikin artikel/non fiksi yang benar menjadi prioritas berikutnya. punya keinginan sejak jaman dahulu kala, selain ingin menuntaskan bikin portofolio azka dan ailsa (ini sudah tercapai), juga pengeen bet bikin satu buku solo yang isinya tentang mereka, buat kenang2an azkail sih sebetulnya nah, kesempatan ini datang neh.

Taaaapiii, untuk menyelesaikan naskah tuh kok belum gerak juga, saya butuh pecut dari luar neh. hahaha. belum nemu strong whynya. yang ada sekarang belum strong, jad masih nerima content writing dari luar mulu. apa karna langsung dibayar ya. 

Jadi,  saya butuh orang lain yang juga bantu ngudak2 untuk urusan ini. Semakin banyak orang terdekat yang ngudak2 , semoga makin cepat kelar ini naskahnya. 

Lalu saya mendapatkan hadiah :

Tentang manajemen waktu, hadiah kerennya sebuah artikel yang bisa dilihat di Azkail.com

Nah saya yang bingung mau ngasi hadiah apa, besok ah ngasi kejutannya..🤩😍


Komentar

Postingan Populer

Juma Lau, Tempat Wisata Asri Dekat dari Medan

Let's Read, Menumbuhkan minat baca dengan menyenangkan.

Tentang Olfactory dan Gustatory