Behagia karena Produktif.


Setelah babak belur melihat kesusahan yang dialami oleh orang lain, saat memberi bantuan masker dan eco enzyme sanitizer. Saya fikir saya harus hibernasi, tafakur.

Hasilnya, selain terus memanjatkan syukur karena kondisi saya dan keluarga besar dalam kondisi yang baik, kami belum ada yang termasuk dalam kategori PDP (Pasien Dalam Pengawasan) Covid-19, saya fikir , saya harus menceritakan apa saja kontribusi yang saya berikan pada diri, keluarga dan masyarakat. 

Saat memosting pelaksanaan kegiatan, saya tidak terfikir, bahwa apa yang saya lakukan adalah untuk memamerkan atau ria, saya melakukannya karena saya berusaha agar amanah yang diberikan sampai dan itu diketahui oleh donatur.

Namun, ternyata saya membutuhkan postingan kegiatan-kegiatana saya lebih dari itu, saya membutuhkan cerita tentang kegiatan yang saya lakukan sebagai release emosi bagi saya. 

Saat Covid-19 melanda, saya takut, cemas, merasa masih belum bisa menolong lebih banyak orang yang membutuhkan. Jika ini terus terjadi, bisa-bisa saya lupa esensi saya melakukan hal ini.

Saya berinisiatif melakukan penggalangan dana pada sahabat, teman dan siapapun yang tergerak membantu orang-orang yang mungkin untuk membeli masker dan sanitizer saja tidak bisa, sementara mereka tidak bisa beraktivitas di rumah. Ada yang tetap HARUS keluar rumah untuk memenuhi kebuyuhan hidup ditengah Covid-19 yang masih menjadi PENDEMI dunia.

Saya berdo'a, semoga saya bisa ;
Membantu sebanyak saya bisa mengajak orang lain.
Membantu seikhlas pengharapan saya pada apa yang bisa saya beri dan kerjakan.
Membantu setawakkal saya pada Pemilik alam semesta.

Hanya itu.

Saya sangat bersyukur atas bantuan keluarga, sahabat, teman-teman sehingga kegiatan berbagi masker kain dan eco sanitizer ini bisa terwujud. Pada sahabat-sahabt yang turut membagikan dan melihat langsung susahnya kehidupan yang dijalani saat ini.

Saya berterima kasih pada Sahabat Alam Lestari (SALi) yang sudah membuatkan eco enzyme sanitizer.

Maka, saat mata saya berair karena kesedihan melihat kesusahan, seharusnya saya sudah menyiapkan hati untuk tidak larut.

Maka, saat saya jengkel dengan pengambil kebijakan di negara ini yang menurut saya kurang sigap bertindak, seharusnya saya mengabaikan itu, karena alasan terkuat yang mendorong saya untuk menggalang dana dan membuat kegiatan berbagi ini adalah perintah Allah SWT. 

Perintah Allah SWT jelas bagi saya dan umat Islam lainnya untuk menolong yang lemah, terlepas siapa pun pemerintah yang berkuasa, bagaimana perlakuan dan kebijakan yang diterapkan. Tidak ada kaitannya sama sekali.

Maka, saat semua kesedihan yang hinggap karena merasa kurang banyak membantu, seharusnya saya kembali pada alasan diatas.

Tidak ada kebaikan sebesar biji zarah, yang luput dari perhitungan Allah, begitu pun sebaliknya.
Tolong menolong lah kamu dalam kebaikan  dan Taqwa
Saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.

Tidak satu pun cerita tolong-menolong dalam konteks agama berbicara pada sisi hasil, itu domain Allah.

Maka saya fikir, selanjutnya saya akan terus berkomitmen menuliskan kegiatan produktif saya, mengalirkan rasa dengan lebih jelas dalam tantangan 30 hari di kelas kepompong Bunda Cekatan ini, agar saya semakin cekatan dan produktif bagi saya, keluarga dan masyarakat.

Bahagia karena Produktif adalah KOENTJI 😅

#catatan6
#kelaskepompong
#bundacekatan
#ibuprofesional


Komentar

Postingan Populer

Juma Lau, Tempat Wisata Asri Dekat dari Medan

Let's Read, Menumbuhkan minat baca dengan menyenangkan.

Tentang Olfactory dan Gustatory