Day6 : Membangkitkan Fitra Seksualitas Anak

#Day6
#Tantangan11
#KelasBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

[10/1 16:00] ‪+62 877-7214-1481‬: ๐ŸŒทKata Pengantar๐ŸŒท

Ketika ada tenaga medis bukan dokter hanya mantri lantas asal memberi obat jatuh korban maka akan di anggap mal praktek. Ketika ada sopir metromini lantas mengendarai pesawat tanpa punya ilmu nya akan dianggap mal praktek. Lalu bagaimana saat ayah dan ibu tidak mempunyai ilmu lantas mereka mempunyai penumpang yang bernama anak, apakah disebut mal praktek juga?

Orang tua yang tidak mempunyai ilmu tentang parenting, akan menghasilkan anak-anak yang kerdil jiwanya. Jiwa anak kecil yang terjebak dalam tubuh orang dewasa.

Degradasi psikis, yang menghasilkan anak-anak yang lemah. Dari anak-anak yang lemah, akan menjadi laki-laki yang lemah. Dan kelak akan menjadi ayah yang lemah, selanjutnya  akan mencetak anak-anak yang tidak berkualitas.

Hasil penelitian secara psikis terhadap anak jaman sekarang mengungkapkan bahwa psikologi anak jaman sekarang adalah setengah umur biologis nya. Anak kuliah berprilaku seperti anak SMP. Anak SMP berbicara seperti anak TK “ciyus, miapah, dll”.

Fenomena cabe-cabean dan anak alay. Apa sih anak Alay itu? Yaitu anak yang mati pola pikir/thinking shock.

Penyebab fenomena cabe-cabean adalah karena kehilangan sosok ayah. Ayah lah yang mengajarkan rasionalitas, otak kiri. Anak yang di besarkan tanpa sosok ayah akan tumbuh emosional dan tidak rasional.

Selain itu, tidak hadirnya ayah dalam proses pengasuhan anak akan menimbulkan akibat yang luar biasa pada anak. Contoh kasus, seorang anak terpapar pornografi sejak kelas 4 SD, karena sering diajak temannya ke warnet, kelas 6 SD mulai berpacaran, melakukan _oral sex_ dengan pacarnya. Dari kasus ini ternyata salah satu masalahnya adalah ayah kurang berperan dalam mengasuh keluarga dan hanya sibuk mencari nafkah.

Fenomena yang terjadi di zaman sekarang, biasanya ayah jarang sekali bicara, padahal tantangan zaman sekarang yang di hadapi anak-anak sangatlah sulit, pacaran, pornografi, fenomena seks anak di kalangan remaja.

Anak-anak adalah makhluk lemah yang bisa terperdaya jika orangtua tidak membekalinya dengan benteng yang kuat. Pembicaraan antara anak dan ayah merupakan kewajiban ayah terhadap Allah. Itulah mengapa orangtua terutama ayah harus mengajak mereka berbicara.

Pada kesempatan kali ini kami dari kelompok 6 akan mempersentasikan tentang peran vital ayah dalam pengasuhan dan hubungannya dengan fitrah seksualitas pada anak.
[10/1 16:00] ‪+62 877-7214-1481‬: ๐Ÿ“š๐Ÿ–Š *MATERI BUNDA SAYANG LEVEL 11 KELAS SUMATERA* ๐Ÿ–Š๐Ÿ“š


_*SINDROM FATHERLESSNESS dan HUBUNGANNYA DENGAN FITRAH SEKSUALITAS PADA ANAK*_

Dalam proses mengasuh dan mendidik anak, ayah dan ibu mempunyai porsi yang sama. Sangat ideal jika ayah dan ibu saling berbagi peran dan membagi tugas. Akan menjadi tidak baik, jika dalam proses pengasuhan anak hanya melibatkan satu pihak, misalnya ibu saja atau ayah saja.

Ketidakhadiran salah satu orangtua akan membuat anak mengalami kekosongan dalam jiwanya, sehingga merusak setiap perkembangan di kehidupannya.

Indonesia saat ini disebut sebagai Fatherless Country, banyak anak yang berayah namun serasa yatim, karena kurangnya ikatan antara ayah dengan anak. Sehingga terjadi kerusakan psikologis yang diderita anak-anak karena kehilangan sosok ayah.

Saat ini banyak anak berayah namun yatim, karena fungsi ayah saat ini hanya 2 :
● memberi nafkah
● memberi ijin nikah

“Al ummu madrasatul ula“, seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Maka seorang ayah harus bisa berperan sebagai kepala sekolahnya.

๐ŸŒป *Apa fungsi seorang kepala sekolah?*

๐Ÿ“ Membuat tujuan (menentukan visi misi keluarga)
๐Ÿ“ Membimbing anak dan istri dengan membuat kebijakan dan peraturan
๐Ÿ“ Menyediakan keuangan dari sumber yang halal dan toyyib
๐Ÿ“ Menentukan standar keberhasilan
๐Ÿ“ Menyediakan pelatihan dan pemantauan
๐Ÿ“ Mendelegasikan tanggung jawab dan otoritas
๐Ÿ“ Membuat tenaga pendidiknya nyaman.
๐Ÿ“ Melakukan evaluasi

๐ŸŒป *Kondisi anak yang ayahnya aktif dalam pengasuhan*

❤ Lebih sehat fisik dan mental
❤ Lebih socialable, mudah berinteraksi, berteman, menyesuaikan diri dalam berbagai macam situasi
❤ Mendapat nilai yang bagus di sekolah
❤ Lebih memiliki keberanian
❤ Lebih percaya diri

๐ŸŒป *Akibat yang timbul jika ayah tidak ikut aktif dalam pengasuhan*

๐Ÿ’” Kurang dapat beradaptasi dengan lingkungan luar.
๐Ÿ’” Minder.
๐Ÿ’” Gay/melenceng orientasi seksual. Hasil riset mangatakan bahwa 100% gay adalah karena kehilangan sosok ayah.
๐Ÿ’” Kesulitan dalam belajar.
๐Ÿ’” Perasa/susah mengambil keputusan. Hal ini karena kebanyakan diasuh ibu.
๐Ÿ’” Pada anak perempuan, akan susah membuat kriteria pasangan. Bagi anak perempuan yang dekat dengan ayahnya, dia akan dengan mudah menentukan kriteria pasangan hidupnya. Pasangan hidup seperti apa yang dia cari? Yang seperti ayah saya.. Karena seharusnya seorang ayah adalah first love bagi anak perempuan nya. Kebutuhan dasar anak wanita: dicintai, disayangi, dipuji

๐ŸŒป *Sindrom fatherlessness merupakan sebuah keadaan dimana anak merasa kehilangan ayah dalam kehidupannya*

“Berayah ADA, Berayah TIADA”

Ayah secara wujud nyata ada, tapi sosoknya tidak pernah hadir saat dibutuhkan, tidak ada sebagai contoh bagi anaknya. Hal ini tentu sangat berbahaya, karena akan sangat mempengaruhi perkembangan fisik, emosional, dan spiritual anak, baik anak laki-laki maupun anak perempuan.

Jika anak hanya di asuh oleh ibu, tanpa peran dan kehadiran ayah dalam proses pengasuhan maka anak akan sulit sekali membendung pengaruh tantangan zaman, baik gaya hidup maupun perilaku seksual saat ini.

๐ŸŒป *Apakah ada kaitannya antara kehadiran ayah dan fitrah seksualitas pada anak?*

Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa, dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai laki-laki sejati atau sebagai perempuan sejati. Menumbuhkan fitrah seksualitas banyak tergantung pada kehadiran dan kedekatan pada ayah dan ibu.

Dalam mendidik fitrah seksualitas walau sosok ayah ibu senantiasa harus hadir, namun dalam proses pendidikan berbasis fitrah, perihal fitrah seksualitas ini memerlukan kedekatan yang berbeda pada tiap tahapnya.

➡ Usia 0 - 2 tahun, anak laki-laki dan perempuan di dekatkan pada ibunya karena ada proses menyusui

➡ Usia 3 - 6 tahun, anak laki-laki dan perempuan harus dekat dengan ayah ibunya agar memiliki keseimbangan emosional dan rasional, apalagi anak sudah harus memastikan identitas seksualitasnya sejak usia 3 tahun.

➡ Usia 7 - 10 tahun, anak laki-laki lebih didekatkan kepada ayah, karena di usia ini ego sentrisnya mereda bergeser ke sosio sentris. Ayah harus menjadi laki-laki pertama yang dikenang anak laki-lakinya dalam peran seksualitas kelelakiannya.

Anak perempuan didekatkan ke ibunya agar peran keperempuanan dan peran keibuannya bangkit. Ibu harus jadi wanita pertama hebat yang dikenang anak perempuannya dalam peran seksualitas keperempuanannya.

➡ Usia 10 - 14 anak laki-laki di dekatkan ke ibu, agar di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis dan memahami secara empati langsung pada sosok wanita terdekat yaitu ibunya. Anak perempuan di dekatkan ke ayah, agar di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis, memahami secara empati langsung dari sosok laki-laki terdekatnya yaitu ayahnya.

➡ Usia > 15 tahun, Fitrah kelelakian akan berkembang menjadi fitrah keayahan, mampu menjadi ayah sejati sementara fitrah keperempuanan akan berkembang menjadi fitrah kebundaan, mampu menjadi ibu sejati.

Jika dalam satu tahap, salah satu orangtua  tidak hadir, di khawatirkan akan memicu masalah di kemudian hari karena jiwanya terganggu, baik masalah sosial, seksualitas seperti homoseksual, lesbian, bahkan membenci wanita.

๐ŸŒป *Tantangan apa yang akan di hadapi jika Ayah tidak hadir dalam proses pengasuhan anak?*

๐Ÿ–Remaja yang tumbuh hanya dengan ibu, maka cenderung akan lebih aktif secara seksual. Pada anak remaja hormonnya bergerak 20 kali lebih cepat dari biasanya, jika ayah di rumah kurang berperan sehingga anak akan mudah terjerumus kepada seks bebas.

๐Ÿ– Anak mendapat pendidikan seks dari pihak ketiga baik dari orang lain maupun media yang ada.

๐Ÿ–Ketidakhadiran ayah akan membuat anak krisis identitas. Banyak sekarang bermunculan laki-laki yang terlihat seperti perempuan begitu juga sebaliknya.

Seperti yang kita tahu, saat ini sedang ramai kasus _LGBT_, banyaknya kasus pelecehan seksual pada anak, mudahnya anak terpapar pornografi, bahkan anak sampai melakukan pornoaksi.

๐ŸŒป *Solusi yang harus dilakukan agar anak tidak kehilangan sosok Ayah*

✔ Jika ayah yang sudah tiada, maka anak harus dicarikan ayah pengganti (subtitute father) untuk tetap mengisi bejana jiwa anak.

✔ Mulailah dengan melakukan tazkiyatunnafs

✔Ayah harus “kembali ke rumah” memainkan perannya sebagai kepala keluarga.

✔ Meminta maaf kepada anak dan berusaha untuk memperbaiki dan mengisi kembali kekosongan di jiwa anak.

✔ Luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak.

_Lukmanul Hakim adalah sosok ayah yang paling mengimani dan mensyukuri semua karunia fitrah yang Allah berikan pada anak-anaknya, sehingga memiliki kemampuan mendidik yang hebat bahkan namanya diabadikan di dalam Al Quran._

Semoga para Ayah dapat meneladani sosok seperti Lukmanul Hakim dan saling bekerja sama dengan para ibu dalam mengasuh dan mendidik anak dalam tuntunan Agama sehingga fitrah anak tumbuh dengan baik, karena sesungguhnya anak adalah karunia dan amanah terindah yang akan menyelamatkan dan membanggakan kita di hadapan Allah SWT dan para Nabi ketika hari akhir nanti.


Referensi :

Bunda Wening. _Menjadi Orangtua Yang Asyik. Tinta Medina. 2017.

Karmadewi, Kunti Indra. _Ayah Peran Vitalnya Dalam Pengasuhan: 17 Tanya Jawab Bersama Pakar Perenting Elly Risman, Psi_. Yayasan Bhakti Suratto. 2017

Santosa, Harry. _Fitrah Based Education_. Yayasan Cahaya Mutiara Timur. 31 Maret 2017

http://butikaini.com/blog/peran-ayah-dalam-mendidik-anak-menurut-islam/

https://majalahayah.com/pendidikan-seksualitas-dalam-islam-untuk-anak-laki-laki/

https://majalahayah.com/peran-peran-utama-seorang-pemimpin-keluarga/

http://www.ummi-online.com/membangkitkan-fitrah -seksualitas-pada-anak-bagian-1.html
[10/1 16:23] ‪+62 812-7232-3511‬: Ada kasus spt ini,.
Rumah tangga memutuskan utk cerai, dg 1 orang anak (lelaki) usia TK.
Anaknya tidak boleh dibawa oleh ibunya. Sedangkan dirumah suaminya tidak ada perempuan.
Ibu mertua sudah meninggal, tinggal bapak mertua dan adik lelaki.
Gmn caranya supaya anak tetap mendapat perhatian ibu?
[10/1 16:32] ‪+62 813-6343-8007‬: Usahakan komunikasi ank dan ibu setiap hari, kl tdk bs ketemu lgsg, via hp pun jd. Dan usahakan ketemu minimal 2 kali seminggu. Agar anak merasa kl ibu nya ada dan sll menyayanginya..
[10/1 16:32] ‪+62 896-6533-4775‬: Seperti juga dalam hal pentingnya peran Ayah dalam pengasuhan..  Maka ketika tidak bisa berdekatan dg ibu kandungnya anak itu harus mendapatkan seorang  pengganti bagi kebutuhannya akan seorang ibu..
Namun jika seperti kondisi diatas, sang ayah harus memberikan kesempatan bagi anak untuk terus menemui ibunya agar perkembangannya tetap bisa maksimal..  Minimal via telpon atau bertemu seminggu beberapa kali
[10/1 16:34] ‪+62 896-6533-4775‬: Namun secara undang2 negara, anak-anak yang dibawah usia 12thn harus berada dalam pengasuhan Ibu kandungnya,  mgkn ko disini diatas pengecualian karena jika cerai dipengadilan agama maka hak asuh anak pasti akan jatuh ke ibu
[10/1 16:35] ‪+62 896-6533-4775‬: Dengan tidak menghilangkan kewajiban ayah Untuk menafkahi anak dan memenuhi kebutuhan psikologi ya akan ayahnya
[10/1 16:35] ‪+62 877-7214-1481‬: Bismillah, ikut menambahkan ya mba.

Perceraian adalah bercerainya ayah dengan ibu, bukan perceraian ayah dengan anak-anaknya atau sebaliknya.

Bila orangtua bercerai pertemuan fisik saja antara anak dengan ayah atau ibu tidak cukup, bila bertemu harus maksimal dan mengesankan bagi anak. Sehingga baik ayah maupun ibu harus bisa menerima kondisi anak.

Kondisi anak ini yg harus di prioritaskan dan dipikirkan, karena tidak ada bekas ibu ataupun ayah.

Upayakan untuk tidak emosional dan jangan sampai tidak mengizinkan anak untuk bertemu ibu ataupun ayahnya, karena ini tdk adil dan tidak baik bagi perkembangan jiwa anak.

Jika kondisinya seperti yang mba ceritakan, tentu ada alasan kenapa anak tidak boleh ikut ibunya, tetapi ayah pun tidak boleh egois, karena ada hak anak yang harus diperhatikan yaitu mendapat kasih sayang dari ibunya.
[10/1 16:37] ‪+62 823-8443-0302‬: Izin bertanya bunda,gimana solusinya kalau sdh terpola bagi seorang ayah bahwa urusan anak adalah urusan ibu walau sdh dikomunikasikan bahwa peran beliau sangat urgen. Ditambah dg kondisi pekerjaan ayah yg membuat beliau jarang ada di rumah. Mksh
[10/1 16:38] ‪+62 896-6533-4775‬: Boleh bun. 
Biasanya jika ibu yang mengajukan perceraian maka dalam poin gugatannya dimasukkan poin untuk meminta hak pengasuhan terlepas dari mampu atau tidaknya ekonomi,  karena anak sampai mumayyiz tetap dalam kewajiban nafkah ayahnya meski orgtuany sudah bercerai
[10/1 16:41] ‪+62 896-6533-4775‬: Tambahan utk mb erna,  jika ayah yang mengajukan perceraian maka saat sidang usahakan trus datang agar bisa meminta nafkah indah dan hal asuh juga yang menjadi hak kita sebagai isteri juga dalam hal harta bersamanya.. ๐Ÿ˜Š
[10/1 16:45] ‪+62 896-6533-4775‬: Dari bunda Yeni ;

Kl sy mensiasatinya dgn pembiasaan semenjak anak kecil, setiap ayahnya plg, kita tampakkan kegembiraan dan anak2 berlari sambil bersorak ke arah ayah datang... Ayah mana yg tak bahagia disambut seperti itu oleh anak nya... Kita terkadang di cuekin... Hehe...  Kl anak pengen makan, kita tanya anak, mau sama ayah atw bunda?  Krn ayah jarang dirumah, dan anak yg minta, ayah tentunya akan sulit utk menolak...
[10/1 16:46] ‪+62 896-6533-4775‬: Untuk pola pikir ayah yang seperti ini mungkin tidak akan bisa dirubah secara instan,  butuh proses dan butuh banyak pembuktian terutama dari kita.

Kita sebagai ibu dulu membuktikan bahwa terus memperbaiki dan Kita berusaha untuk menjadi ibu yang lebih baik lagi bagi anak2 dan keluarga kita,  usahakan selalu menyertakan Ayah anak-anak dalam segala hal, jikalau pun jauh untuk hal-hal tertentu maka usahakan melibatkan ayah misal dalam meminta ijin atau pertimbangan untuk hal2 yang masih menjadi ranah ayah.
[10/1 16:48] ‪+62 896-6533-4775‬: Kalau suami sudah melihat bahwa kita bersungguh-sungguh maka mungkin beliau akan mau terlibat, meski kita tidak bisa berharap banyak..  Hanya terus berusaha dan berdoa pada Allah yang mampu membolak-balikkan hati ๐Ÿ˜Š
[10/1 16:49] ‪+62 896-6533-4775‬: Tambahan dari bunda fitroh :

Bila ayah sudah terpola pemikiran seperti ini, bisa jadi ada pengaruh latar belakang keluarga dan pola asuh orangtua.

Solusinya tetap sampaikan secara pelan-pelan saat keadaan ayah nyaman, ajak ayah ngobrol ringan mengenai banyaknya fenomena yang terjadi karena kurang aktifnya ayah dalam proses pengasuhan, minta ayah membuat tujuan keluarga (visi misi) jadi ketika ayah berhalangan hadir ada ibu yang akan melaksanakannya, saat ayah sedang ada di rumah buat kegiatan yang bisa menjalin kedekatan antara ayah dan anak, sehingga anak pun tahu meski ayah sibuk dan jarang berada di rumah tetapi terasa kash sayangnya.
[10/1 16:59] ‪+62 823-8443-0302‬: Gimana kalau ayah suka melakukan kekerasan fisik dlm mendidik anak?
[10/1 17:04] ‪+62 823-8443-0302‬: Suka main tangan kalau memarahi anak
[10/1 17:06] ‪+62 896-6533-4775‬: Kekerasan fisik yang dilakukan orangtua biasanya berasal dari latar belakangnya juga pola pengasuhan nya dulu dikeluarga

Mungkin seperti juga pola pikir,  akan butuh waktu untuk merubah karena ini juga menyangkut temperamennya.  Perlu diingatkan juga pelan-pelan Karena kekerasan sedikit banyak akan tetap membekas dalam diri anak-anak kita bahkan sampai dia dewasa, seperti kita yang mungkin punya kenangan buruk tentang pengasuhan orangtua kita dulu. 

Untuk menghindari itu kita perlu membersihkan diri kita dulu dari inner child kita diwaktu kecil, seorang suami juga pasti punya dan mungkin itu yang terbawa dalam kehidupan keluarganya sekarang.  Nah untuk hal itu, agar tidak terkesan mengurui maka bisa memberikan beberapa bacaan tentang dampak kekerasan bagi anak,  sering diskusi dan sama-sama belajar memaafkan kedua orangtuanya kita dimasa lalu jika ada yang menyakiti kita sampai sekarang dan terus menerus membersihkan jiwa kita dan berharap kita bisa memutuskan lingkaran setan dalam keluarga kita
[10/1 17:09] ‪+62 896-6533-4775‬: Kalau kekerasan fisik nya sudah dalam batas yang tidak bisa ditolerir maka mungkin itu sudah bisa jadi perhatian lebih bagi kita,  apalagi jika ke istrinya juga begitu.. 
Itu sudah termasuk KDRT juga kan?
[10/1 17:09] ‪+62 896-6533-4775‬: Tambahan dari bunda Fitroh :
Dalam hal apapun, memakai cara kekerasan tidak akan berujung baik, apalagi saat mendidik anak.

Anak seperti apa yang akan di hasilkan dari didikan dengan cara kekerasan?

Anak akan terluka baik fisik dan jiwanya, luka fisik akan sembuh tapi luka di jiwa ini yang teramat susah disembuhkan, bahkan bisa jadi anak ini akan mengulangi cara didikan seperti ini saat punya anak nanti, seperti yg mba Mel sampaikan.

Kuncinya hanya satu, yang bersangkutan harus dengan kesadaran sendiri ingin berubah dan melakukan tazkiyatunnafs

Komentar

Postingan Populer

Juma Lau, Tempat Wisata Asri Dekat dari Medan

Let's Read, Menumbuhkan minat baca dengan menyenangkan.

Tentang Olfactory dan Gustatory