Juma Lau, Tempat Wisata Asri Dekat dari Medan

Salah satu hal yang kami rindukan saat Pandemi Covid-19 terjadi adalah bisa berlibur bersama keluarga ke tempat yang asri. Keindahan alam adalah penghibur jiwa dan raga setelah berbulan-bulan melakukan aktivitas #dirumahsaja. Saat memasuki Normal Baru, memilih tempat yang cukup terjaga kebersihan dan menjalankan protokol kesehatan Covid-19 menjadi syarat yang kami perhatikan dalam mencari tempat untuk berlibur.

Beberapa hari lalu, suami saya men-tag saya lewat salah satu sosial media saya, sebuah lokasi wisata yang belum membuka tempat wisatanya secara resmi. Nama lokasi wisata tersebut adalah Juma Lau. Informasi yang kami peroleh saat itu, tempat ini baru melakukan uji coba dan membuka secara bertahap Juma Lau untuk pengunjung, dan jumlah pengunjungnya juga dibatasi.

Setelah menghubungi kontak personal yang terdapat di media sosial Juma Lau untuk melakukan reservasi, kami menetapkan hari Sabtu tanggal 20 Juni 2020, sebagai tanggal kunjungan kami ke Juma Lau. Tempat wisata ini menggunakan sistem reservasi terlebih dahulu bagi setiap pengunjung yang akan datang, hal ini berlaku sampai tanggal 1 Juli 2020. Kapasitas maksimum pengunjung yang datang dibatasi sebanyak 50 orang. Namun, sesuai protokol kesehatan Covid-19, jumlah pengunjung yang datang hanya diizinkan setengah dari kapasitas maksimum.

Lokasi wisata yang terletak di Desa Rumah Kinangkung Dusun III Tangguren, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang - Sumatera Utara ini, tidak terlalu jauh dari Medan. Jarak tempuh dari Medan - Juma Lau sekitar 1,5 jam atau berjarak sekitar 37 km dari Medan.


Untuk mencapai Juma Lau, hal yang bisa dilakukan untuk mempermudah pencarian lokasi adalah dengan mencari land mark UD. Geo di Google Maps. Untuk mencapai UD. Geo ini silahkan memasang maps dengan memilih lokasi ayah bunda menuju UD. Geo Ketangkuhen Kabupaten Deli Serdang - Sumatera Utara. Perjalanan dari Medan kami tempuh melewati jalan Medan - Berastagi, Sibolangit. Setelah melewati IPA PDAM Tirtanadi di tikungan Sibolangit, kita akan melewati RM Cinde Laras. Lalu, setelah pekan (pajak) di sebelah kanan ruas jalan menuju Sibolangit, terdapat UD. Geo. Diseberang jalan UD. Geo inilah terdapat jalan menuju Juma Lau, yakni jalan Deleng Tinjau. Tanda yang bisa digunakan antara lain plang Buluh Awar yang terletak dipersimpangan jalan masuk Juma Lau dari tepian jalan Medan - Berastagi, Sibolangit.

Jalan menuju Juma Lau cukup menantang, jalannya sudah dikeraskan, namun memang tidak terlalu lebar dan mulus. Kita harus berhati-hati dan pelan-pelan ya saat memasuki jalan tersebut. Jalan yang dilalui berkelok dan naik turun. Setelah masuk ke dalam jalan Deleng Tinjau sekitar 3km, kita akan menemukan Plang Mesjid Al-Ikhwan di sebelah kanan jalan. Lalu, setelah berbelok ke kanan, sebelum mesjid Al-Ikhwan atau dari depan lapangan badminthon kami berhenti untuk memarkirkan mobil. Di sebelah kiri, kita bisa melihat plang Juma Lau.

Saat memasuki areal Juma Lau, kami diminta untuk mencuci tangan dan tetap menggunakan masker. Untuk sampai ke camping ground siapkan tenaga, karena kita akan menuruni sekitar 80 anak tangga, lalu menyeberangi jembatan. 


Tiket masuk yang dikenakan sebesar Rp 20.000 per orang, tiket ini bisa ditukarkan dan berlaku sebagai voucher makan minum. Karena alasan kenyamanan dan harga tiket masuk yang murah ini juga, Juma Lau tidak memperkenankan pengunjung membawa makanan dan minuman dari luar.

Sesampai di lokasi, pengunjung disambut dengan pemadangan alam yang masih asri, sungai kecil yang berada di depan pondokan membuat suasana alam semakin terasa. Udara yang sejuk, suara kicauan burung menyambut kehadiran pengunjung. Kami mendapatkan pondokan secara gratis. Pondokan tersebut nyaman digunakan untuk keluarga dengan kapasitas sekitar 10 orang.


Menurut pengelola, makanan disajikan dengan bahan organik. Koki yang memasak adalah seorang muslim, dari pemaparan pengelola, mereka menyajikan halal food. Saat kami datang, menu yang tersedia adalah nasi goreng, bihun dan ifu mie. Harga makan yang disajikan seperti nasi goreng adalah Rp 30.000 per porsi. Minuman yang tersedia antara lain nira, coffe, teh dan milo yang bisa dipesan baik dalam sajian dingin atau panas dengan harga dari Rp 10.000 - 15.000 per gelas/cup. 


Sungai yang ada di Juma Lau ini dangkal dan cocok untuk anak-anak bermain, namun jika hujan datang segera naik ya, biasanya beberapa saat setelah hujan, air akan meninggi. Pengelola menyampaikan bahwa kedepan akan ada home stay dan kegiatan adventure seperti tubing (mengarungi aliran sungai dengan menggunakan ban). Biasanya pada bulan Agustus, banyak durian dan manggis yang bisa dinikmati di Juma Lau.

Pengelola merawat kebersihan Juma Lau dengan cukup baik. Lokasi dilengkapi dengan tempat sampah yang mudah diakses pengunjung. Toilet di lokasi ini ada 3, kondisinya cukup bersih dan terawat. 


Saat berkunjung kami membawa keluarga yang terdiri dari lansia, dewasa dan anak-anak. Hal yang paling menantang yang ditemui saat berkunjung adalah menuruni dan menaiki 80 anak tangga. Anak tangga yang kami lewati belum memiliki pegangan di salah satu sisi, sementara disisi lainnya ada bebatuan yang kami gunakan untuk berpegangan, jadi harus hati-hati ya ayah bunda. Semoga pengelola tempat wisata  ini segera memberi pegangan dan pengaman tangga.

Selama di Juma Lau, kesulitan lainnya yang kami alami adalah susahnya signal di lokasi ini. Jangan heran jika nantinya ayah bunda akan susah berkomunikasi ya. Pengelola menyampaikan akan segera memasang tower komunikasi di sekitar tempat wisata ini.

Nah, bagi ayah bunda yang juga ingin datang berkunjung silahkan klik dan melihat facebook Juma Lau, nomor kontak person Juma Lau juga tertera disana. Selamat menikmati liburan.

Komentar

  1. Wah,tempat baru yaaa
    Cocoklah buat agenda jalan jalan berikutnya. Soalnya dah lama ga lasak hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang, belum dibuka secara resmi, katanya tanggal 1 Juli 2020 nanti bang..
      Berbagi info juga ya bang jika ada tempat wisata keluarga yang bisa saya kunjungi..

      Hapus
    2. Siap... Biar awak siap2 ksana haha

      Hapus
  2. Masya ALLAH, jazakillahu Khairan ibu infonya.bisa didiskusikan bareng papa anak anak tuk bs melepas penat setelah 3 bulan stay at home ni Bu..🙏🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan..
      Coba hubungi kontak personalnya bu..
      Saat kami datang, sistemnya masih reservasi dulu baru datang, sabagi pengunjung kita jadi aman, tidak berdesakan di masa normal baru ini..

      Hapus
  3. Wah,bisa jadi referensi tempat berlibur keluarga nih.
    TFS ya, semoga selesai pandemi ini bisa jalan ke Juma Lau

    BalasHapus
  4. Ini yang bikin nyaman kak, koki dan masakannya. Biarlah mahal dikit asal tenang kita makan ya kak Elva. Oh ya kak, kalo bikin gathering atau outbond camping di sini kira-kira mahal gak ya .

    BalasHapus
  5. bagusnyaaaa. ada pemandian jg. rekomen nih, makasih kak elvaaaa. btw itu kalo anak tangga yg 80 itu harus dilewati kah untuk dpt pemandangan itu? berhubung kalo liburan pasti bw lansia jg hehe

    BalasHapus
  6. Enaknya kak, terjangkau pulak ya 👏 variasi kegiatannya pun banyak ya kak 😍

    BalasHapus
  7. Tempat wisata baru ya kak, boleh nih dijajal buat liburan, biasanya hanya tau sibolangit dan brastagi aja kalau ke arah sana :)

    BalasHapus
  8. Jumalau ya namanya, noted deh Va... anak2 juga udah minta jelong2 dekat2 aja, tetap memperhatikan protokol kesehatan ya kan biat aman. Sip Juma Lau obat galau, hehe

    BalasHapus
  9. Ya ampun, kok baru tahu sekarang tentang juma lau ini. Padahal keren banget ya kak. Hiks, jadi kangen sumut.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer

Let's Read, Menumbuhkan minat baca dengan menyenangkan.

Kunjungan ke Benteng Vredeburg, sebagai upaya melestarikan cagar budaya Indonesia.