Optimalisasi Pengelolaan Data untuk Diri Sendiri dan Keluarga


Tugas Bunda Cekatan pekan ini dalam membuat False Celebration terhadap proses mentorship yang dilakukan. Kali ini saya akan membuat False Celebration sebagai mentee. Saya mencoba melakukan feedback terhadap proses mentorship yang saya lakukan.

Pilihan aktivitas yang saya lakukan adalah belajar mengelola data. Selama ini saya mempelajari konsep-konsep yang dapat saya gunakan untuk meng-observasi minat dan bakat anak saya, kegemaran anak saya, berbagai aktivitas yang mereka lakukan serta prestasi apa saja yang telah mereka capai.

Selama ini saya mengalami kesulitan mendata secara digital, semua aktivitas itu belum bisa saya kelola dan manfaatkan untuk pengembangan saya dan keluarga. Karena alasan tersebut maka saya mengambil keputusan untuk mendalami teknik pengelolaan data sebagai pengembangan penyusunan portofolio anak-anak.

Saya memiliki mentor yang cukup sibuk, beliau sedang menyelesaikan pendidikannya. Saya memberi ruang untuk tidak membebani dengan hal remeh-temeh. Saya membuka notes for mentroship yang diberikan beliau.

Dari notes tersebut saya ingin membuat rancangan dan mengelola data keluarga saya terkait pada 3 hal, yakni ;
  1. Data aktivitas anak
  2. Data portofolio anak
  3. Data pengetahuan keluarga
Dari ketiga hal diatas, saat ini yang sudah saya buat dan lakukan ada 2 yakni, data aktivitas anak dan portofolio anak-anak.

Saya memang telah melihat contoh yang dimiliki oleh mentor namun saya memodifikasi sesuai dengan kebutuhan saya. Sesungguhnya saya membutuhkan dampingan mentor saat membuat ini, sebagai False Celebration saya menahan diri untuk tidak berkomunikasi karena takut mengganggu dan pernah disarankan untuk googling dulu bagaimana trik membuat dan mengelola data yang sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Setelahnya saya sedikit menunda kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan data ini, padahal sangat banyak data yang harus saya pilah-pilih sebelum memasukkan nya ke dalam G-Form yang telah saya buat. Semangat saya menurun karena perasaan yang menguasi daya nalar saya. Seharusnya saya tetap fokus pada notes yang telah dibuat oleh mentor untuk saya. 

Saya bersyukur sistem mentorship secara terpusat tetap berlaku, waktu pengumpulan jurnal di Bunda Cekatan ini menjadi Time bound bagi saya untuk menentukan waktu untuk fokus kembali pada target pembelajaran yang telah saya tetapkan. Saya memilih mencari pengetahuan tentang pengelolaan data ini untuk meningkatkan kapasitas diri dan keluarga, dan karena memang ini adalah kebutuhan belajar saya yang harus saya capai baik jika ditemani oleh mentor atau pun tidak. Dan saat ini target belajar sudah diberikan mentor, saya akan mencoba secara mandiri. False celebration saya adalah saya membiarkan rasa tidak didampingi mengalihkan kebutuhan belajar saya untuk memahami konsep pengelolaan data sederhana bagi diri sendiri dan keluarga.

Lalu saya melihat notes mentorship, saya akan fokus mencari tahu, membuat dan mulai melakukan pengelolaan. Selain belajar secara langsung kepada mentor, saya masih bisa mengikuti jejak digital yang diberikan oleh mentor. Maka saya pikir saya akan belajar secara mandiri dengan bantuan jejak digital yang telah diberikan. Saat ini saya hanya ingin semua data saya dan keluarga memiliki dokumentasi yang baik. Saya bisa menggunakannya untuk kepentingan dimasa yang akan datang.


Saya ingin mengulangi komitmen belajar saya, bahwa saya berhasil mencapai target belajar atau tidak bukanlah semata ditentukan ada atau tidaknya seorang mentor. Kehadiran mentor bisa dengan metode berbagai cara, kali ini saya belajar dari contoh yang telah diberikan, notes project yang harus saya selesaikan dan berbagai jejak digital yang bisa saya akses. Sumber belajar terbentang dan bisa saya peroleh dengan mudah, Di titik ini saya ingin mengapresiasi semangat belajar dan upaya saya selama mentorship ini dilakukan. 








Komentar

Postingan Populer

Juma Lau, Tempat Wisata Asri Dekat dari Medan

Let's Read, Menumbuhkan minat baca dengan menyenangkan.

Kunjungan ke Benteng Vredeburg, sebagai upaya melestarikan cagar budaya Indonesia.