Jurnal Minngu ke 4. Check-In : Proses - Pemberdayaan - Tindak Lanjut

Jurnal minggu ke 4 ini menjadikan semangat menjalani proses mentorship menjadi kembali meningkat. Setelah jeda yang sangat berarti untuk fokus ibadah Ramadhan dan Idul Fitri, pekan ini kami diminta kembali fokus pada mentorship yang sedang dijalani di kelas kupu-kupu Bunda Cekatan.

Saya sebagai Mentee.

Hari ini saya disapa kembali oleh mentor saya mba Vivi. Beliau bertanya progres yang saya capai. Saat ini pencapaian saya baru sebatas mengumpulkan harta karun saya yang sangat banyak dan terserak dibeberapa tempat. Manajemen file, dokumentasi menjadi pekerjaan yang serasa tiada habisnya. Namun, saya tahu, jika saya tidak menyelesaikan dan menunda membereskannya, maka saya akan tetap dengan masalah yang sama.

Mba Vivi mengingatkan saya untuk sembari merapikan file, saya membuat konsep untuk file-file saya, merancang kebutuhan saya, menggunakan aplikasi dan media online yang bisa membantu kerja saya. 

Sayangnya itu lah yang saya lakukan, saya merancang konsep yang ingin saya terapkan, namun masih tidak bisa saya tampilkan secara menyeluruh dan menjadi sumber materi digital saya karena dokumen sumber saya yang masih sangat berantakan.

Saya telah melihat conotoh langsung yang diberikan oleh mba Vivi, bagaimana beliau menyiapkan pendataan secara baik. Ah, saya fikir konsep saya pun demikian baiknya, bedanya konsep tersebut belum bisa saya nikmati hasilnya.

Saya jadi teringat pesan Bunda Septi, harapan tanpa realisasi akan membuat kita frustasi. Saya bersemangat. Biarlah berletih-letih dan lama mengerjakan file-file dan dokumentasi kegiatan saya dan keluarga, yang penting harus jelas ada targetnya dan jelas wujud hasilnya.

Saya fikir, tindak lanjut saya adalah selama 1 minggu merampungkan pengklasifikasian semua data saya sehingga bisa diakses secara digital. Saya harus berkomitmen dan konsisten mengerjakan tugas ini. RTL : Merampungkan data dan pengklasifikasiannya.

Saya sebagai Mentor.

Saat ini saya memiliki 4 mentee, sampai hari ini saya masih nyaman dengan ke-4 mentee saya ini. Saya masih bisa fokus mendampingi dan memberikan masukan mengenai permberdayaan dan peningkatan kapasitas mereka sebagai Leader Community.

Saya sangat senang melihat progres yang dicapai oleh setiap mentee, dari mereka saya kembali belajar bagaimana me-manajemeni sebuah organisasi/komunitas. Saya juga berniat merapikan catatan progres masing-masing mentee (kokom yah).

Catatan saya :
  1. Mba Oca : Progres beliau sangat signifikan, beliau merasakan manfaat diskusi yang kami lakukan dengan menerapkan terlebih dahulu solusi atas masalah beliau yakni mengapresiasi kerja team. Beliau berusaha untuk fokus membina team, berlatih mendengarkan anggota team sebelum mengambil keputusan. RTL beliau adala membuat manajemen waktu yang lebih baik.
  2. Mba Eva : saat ini mba Eva masih terus berupaya membina team, menurunkan ekspektasi yang beliau harapkan dari team yang terkadang tidak sesempurna harapan beliau. RTL beliau : mengembangkan program daring komunitas, mengingatkan setiap divisi secara berkala.
  3. Mba Esti : mba Esti terkadang masih harus berlatih lebih sabar mendampingi member di komunitas beliau. Komunitas yang fokus utamanya adalah pemberdayaan, memang harus memiliki ekstra kesabaran dalam me-manajemeni kinerja anggota team. Saat ini beliau akan mencoba kembali membangkitkan semangat anggota team beliau yang sudah mulai menurun pasca tidak adanya pertemuan offline.
  4. Mba Putri : Mba Putri mulai menemukan ritme kerjanya. Ternyata beliau memilih menghandle beberapa keperluan pekerjaan dengan memanfaatkan gadjet. Hal ini sangat baik bagi beliau yang memang membutuhkan waktu yang cukup untuk bekerja di ranah punlik dan domestik. Saat ini beliau juga sudah bisa bekerja sama dengan orang tua beliau sebagai masa transisi bisnis keluarga yang beliau jalani saat ini. RTL mba Kean adalah lebih disiplin waktu, mencatat progres kegiatan kantor secara digital.
Semangat..tetap semangat!

Komentar

Postingan Populer

Juma Lau, Tempat Wisata Asri Dekat dari Medan

Let's Read, Menumbuhkan minat baca dengan menyenangkan.

Kunjungan ke Benteng Vredeburg, sebagai upaya melestarikan cagar budaya Indonesia.