Manajemen Belajar (Famgath Umala)


Menemukan keluarga yang memiliki ketertarikan terhadap Manajemen Belajar merupakan anugerah tersendiri bagi saya di Kelas Ulat-ulat Bunda Cekatan. Awalnya kami saling memperkenalkan diri, domisili lalu kami mengutarakan apa harapan dan apa yang kami cari dikeluarga ini.
Dalam Manajemen Belajar ada beberapa hal yang kami pelajari. Kami berharap, agar proses belajar menjadi baik dan bisa dipraktekan dengan baik pula. Dan kami tidak sampai banjir informasi.

Dalam belajar proses yang akan dilalui adalah :

DATA diubah menjadi INFORMASI dan diolah menjadi PENGETAHUAN. Selanjutnya menjadi bekal agar kita bisa BERSIKAP BIJAKSANA
_Karena kelak semua yang kita lakukan akan dipertanggung jawabkan_

Menurut Mbak Ami,  contoh pengubahan Data - Informasi - Pengetahuan - Wisdom adalah : 
Data : Anak banyak bermain 
Informasi : Anak memiliki banyak bakat
Pengetahuan : Menentukan bakat dengan observasi 4E
Wisdom : Menulis portofolio

Atau
Data : Depan rumah banyak mobil berjalan
Informasi : Jalan depan rumah Macet
Pengetahuan : Pergi lewat jalan alternatif
Wisdom : Saya pergi ke kantor lewat jalan tidak biasanya

*Sehingga perubahan data sampai wisdom adalah nilai yang terkandung semakin besar.*


Dan berikut ilmu-ilmu yang harus kita pelajari, agar kita mampu mengorganisir data sampai menjadi wisdom dengan baik : 
  1.  membuat rencana pembelajaran
  2.  mencari dan mengumpulkan sumber ilmu 
  3. mengevaluasi dan memilah sumber ilmu
  4. menyimpan, mengklasifikasikan, dan mengelola ilmu yang didapat

  • mempelajari ilmu;metakognisi dalam proses belajar
  • metode dan strategi belajar
  • menentukan cara belajar
  • menentukan waktu dan durasi belajar
6️⃣ mempraktikkan ilmu
7️⃣ mengkolaborasikan ilmu menjadi wisdom
8️⃣ menyajikan dan membagikan ilmu

Education 4.0
Bagaimana proses di atas dapat dilakukan di masa disrupsi teknologi saat ini.

Menurut Mbak Citra Membuat Rencana Belajar 

Membuat rencana belajar penting  dilakukan agar kita tahu peta ilmu apa saja yang kita butuhkan. Dan tidak badai informasi. Caranya dengan membuat peta belajar ( *Kelas Buncek* ).

Dengan peta belajar kita jadi tahu apa yang akan kita pelajari. Dan bisa melatih kita untuk fokus.

Kenapa kita harus fokus ?

Karena kebanyakan orang dalam belajar. Dia tahu data dan informasi namun sulit untuk menjadikannya pengetahuan. 

Sehingga dia akan mengalami masalah kebingungan apa yang harus dia lakukan pertama untuk mempraktekkan ilmu tersebut. 

Hal ini terjadi karena dia tidak memiliki ketrampilan belajar.

```Ketrampilan belajar ada 4 hal``` :
📍Thinking Skill
📍Attitude Skill
📍Emotion Skill
📍Action Skill
(Muflikhah diambil dari Buku Strategi Belajar - Hendra Surya)
[4/2 12:53] +62 858-2619-5683: 📍 Thinking Skill 📍

Ketrampilan ini bertujuan untuk mengarahkan dan menggerakkan sistem otak dengan benar. Sehingga memori pengetahuan tersimpan optimal dan kita mudah mencarinya saat dibutuhkan.

💡Caranya adalah membiasakan berpikir :
➖Taktis yaitu fokus pada tujuan, hal yang mau dipelajari atau diamati. Dengan mengajukan pertanyaan sebagai kata kunci penggiring atau pemandu pikiran.

Dengan berpikir taktis otak akan terbiasa berpikir secara sistematis dan terpola. Sehingga akan mudah menemukan file-file di otak saat butuh.

➖ berpikir metodologis yaitu selalu berpikir step by step. Bisa dengan *analisa* ( mengurangi kan sesuatu _misal dalam belajar otak mengurai perbedaan otak kanan otak kiri_)
*Sintesis* Menyusun _misal mau membuat sesuatu disusun dulu langkah kerjanya_
*Evaluasi* dengan menilai sudah sesuai apa belum 

➖ Berpikir imajinatif yaitu memunculkan kreatitas.

(Buku Strategi Belajar - Hendra Surya)
[4/2 12:54] +62 858-2619-5683: *Maka di sini kita penting buat rencana belajar agar fokus dan agar otak kita biasa terampil dalam belajar*
[4/2 12:56] +62 858-2619-5683: Selain itu, rencana belajar penting karena

Dalam kehidupan, kita seringkali menemukan hal mendesak dan tidak terencana. 

Dan seringkali ini adalah hal-hal yang memunculkan emosi negatif. Misal sedih, putus asa dsb.

Maka saat proses belajar mau tidak mau kita harus memasukan "kejadian" tidak mengenakan ini dalam perjalanan belajar kita.

Dan disini lah pentingnya rencana belajar. 

Dengan rencana belajar yang bisa dibentuk mind map akan membantu kita reframing, mengingat kembali tujuan atau visi dari proses belajar kita. Agar kita tidak gagal belajar.

Mbak Widita
❓Bagaimana caranya kita membuat Rencana Belajar ❓


Dalam proses merencanakan apa yang kita pelajari, kita bisa mengadopsi *metode GTD*. ( *Mb Chitra*)

Yaitu metode button up. Sebenarnya metode ini adalah metode manajemen waktu namun sepertinya bisa digunakan dalam manajemen belajar.

Dalam metode GTD kita diajak untuk me list apa saja aktivitas sehari-hari kita. Dan mengklasifikasi kan setiap aktivitas mendukung proyek apa. _Misal ada aktivitas menulis ini mendukung proyek bikin buku._H1

Lalu list mana aktivitas yang sesuai dengan arena tanggung jawab kita atau peran kita. H2

Dan evaluasi mana aktivitas yang menunjang tujuan hidup kita. H3

Aktivitas yang mewujudkan visi kita. H4

Dan aktivitas yang sama dengan prinsip hidup. H5

Dari metode ini bisa kita *adopsi pada manajemen belajar.* 

Yaitu dalam merencanakan  kita bisa list kebutuhan ilmu apa saja yang kita butuhkan saat ini.

Lalu pilah mana ilmu yang bisa membantu proyek kita, tujuan kita, visi kita dan prinsip hidup kita.

Barulah buat peta belajar ( *sama dengan kelas buncek*).

```Dan jika pada anak hal ini bisa kita terapkan. List ilmu apa saja yang anak butuhkan sesuai usia tumbuh kembang dan buat peta belajar. Dan masukan pada peta kegiatan.```
[4/2 13:02] +62 858-2619-5683: Hal ini senada dengan *metode cara mengorganisir informasi PARA yang bisa kita adopsi dalam manajemen belajar* ( *mb citra*) 

Yaitu untuk menentukan peta belajar yang kadang kita terjebak pada semua penting. Maka kita bisa klasifikasi kan dengan

🐾 Project : Cari ilmu yang bisa menunjang proyek kita yang memiliki durasi waktu.

🐾 Area Responsibility : Jika kita tidak punya proyek, maka cari ilmu yang ada di arena ini yaitu arena tanggung jawab yang tidak ada durasinya melainkan seumur hidup kita.

_Misal ilmu parenting karena dapat amanah jadi ibu, dsb_

🐾 Resources : Jika tidak ada maka bisa kita cari ilmu di ranah ini. Yaitu menarik tapi kita belum ingin berkomitmen. Jadi ilmu ini hanya kesenangan saja.

🐾 Archiver. Topik gak penting untuk kita.

Sebisa mungkin kita hindari cari ilmu di ranah Resources dan Achiver agar proses belajar kita bermakna.
[4/2 13:10] +62 858-2619-5683: 📝 *Kesimpulan*

Merencanakan belajar itu penting, agar kita fokus belajar dan memiliki antusias yang besar. Sehingga dalam belajar kita tidak ala kadarnya, dan tidak badai informasi yang akhirnya membuat kita bingung.

Dan dengan perencanaan belajar kita jadi punya peta saat badai menghampiri di samudra ilmu.

Dan caranya adalah dengan menentukan kebutuhan ilmu yang harus kita cari atau butuhkan. 

Urutannya adalah

PARA
1. Proyek
2. Arena tanggung jawab

Kalau di buncek
1. Ketrampilan yang mendukung bahagia (suka atau tidak)
2. Ketrampilan di ranah bahagia (proyek)

Kalau GTD
1. iLmu yang bikin kita emosi atau selalu memikirkanya (Mendesak Penting)
2. Proyek terdekat
3. Mimpi yang Jauh ke depan

Maka mana yang paling cocok dengan kita. Kitalah yang tahu. Mana yang bisa membuat kita mudah untuk belajar. Kita rencanakan ilmunya yang mana dahulu.

Komentar

Postingan Populer

Juma Lau, Tempat Wisata Asri Dekat dari Medan

Let's Read, Menumbuhkan minat baca dengan menyenangkan.

Tentang Olfactory dan Gustatory