Hanya Menggunakan 2 Bahan! Anak-anak Bisa Membuat Chocolate Corn Flakes sendiri


Sudah lebih lebih 2 bulan masyarakat Indonesia menghadapi Virus Corona, terlepas tidak diterapkannya lock down, proses belajar anak-anak di sekolah tetap diliburkan dan dipindahkan ke rumah. Proses School from home menjadi dorongan setelah gerakan #dirumahsaja diterapkan.

Membuat kegiatan menarik bagi anak-anak adalah salah satu cara yang kami terapkan di rumah, bukan saja karena saat ini mereka tidak bersekolah formal namun tujuannya adalah agar mereka senang beraktivitas selain belajar, screening time atau mengerjakan kewajiban harian. Salah satu aktivitas yang saat ini sangat senang dilakukan anak-anak adalah memasak.

Memasak sendiri adalah cluster aktivitas yang saya observasi dari Talents Mapping anak-anak. Apa itu Talents Mapping??. Dilain cerita akan saya ulas ya..

Membuat kue, memasakkannya sebagai bagian proses belajar bersama untuk anak usia 6-13tahun memiliki tantangan tersendiri. Kali ini, di rumah saya ada 2 orang keponakan yang masih kecil. Kami mmenginginkan agar proses memasak kali ini bisa dilakukan oleh semua anak, memasak menjadi kegiatan yang tidak membosankan, menantang dan menghasilkan kue yang mereka banggakan. Luhur ya tujuan kami..(jangan dilempar sayanya ya..hihihi)..

Membuat Choloco Corn Flakes Cookies ini gampang sekali, kegiatan ini bisa diikuti oleh anak-anak Pra sekolah ya..

Bahan :

  1. 200 gr corn flakes
  2. 250 gr dark chocolate
  3. 50 gr sprinkel bulat warna-warni (optional alias bisa di skip)

Peralatan :

  1. Panci stainlees untuk men-Tim coklat 2 buah
  2. Cambung/baskom untuk tempat coklat yang telah di Tim
  3. Sendok 2 buah (sesuai keperluan)
  4. Spatula
  5. Timbangan 
  6. Kain lap
  7. Paper Cup kecil
  8. Toples tempat menyimpan chocolate corn flakes

Cara pembuatan :

  1. Timbang bahan-bahan yang akan digunakan
  2. Siapkan proses Men-Tim coklat, yakni potong-potong dark chocolate, tujuannya agar coklat meleleh lebih cepat
  3. Hidupkan kompor dan tim coklat dengan api kecil ya, diaduk jangan sampai gosong, tugas men-tim coklat ini bisa dilakukan oleh anak dengan usia paling tua
  4. Setelah coklat meleleh sempurna, tuang coklat ke dalam cambung/baskom
  5. Lalu masukkan corn flake secara perlahan sambil diaduk, tipsnya saat mengaduk corn flakes jangan langsung dimasukkan semua ya, dimasukkan sedikit demi sedikit lebih tepatnya, agar corn flakes terlumuri coklat dengan merata
  6. Langsung masukkan chocolate corn flakes ke paper cups ya, karena kalau tidak coklatnya kembali membeku.
  7. Setelah itu untuk mempercantik bisa dikasi hiasan berupa sprinkle bulat warna-warni, remahan biskuit atau pun kacang tumbuk yang telah di sangrai terlebih dahulu.
  8. Diamkan beberapa saat dan Taraaa..jadi.. 
  9. Silahkan disimpan di dalam toples agar lebih tahan lama

Gampangkan?

Resep chocolate corn flakes kami lihat dalam video Cara Gampang Membuat Chocolate Corn Flakes

Tahukah ayah bunda, saat melakukan proses memasak ini ada proses belajar dan keterampilan yang bisa dilatihkan pada anak-anak kita, yakni :
  • Kepemimpinan, anak-anak bisa berlatih kepemimpinan. Bekerja secara kelompok bisa memancing bakat memipin anak, atau kita juga dapat melatihkannya, misalnya mengajak anak yang lebih besar untuk memimpin dengan mengarahkan anak-anak yang lebih kecil. Anak-anak yang memiliki bakat natural memimpin akan menginstruksikan seolah-olah dia sudah faham
  • Tanggung jawab, memasak bersama bisa juga digunakan untuk melatih tanggung jawab anak, bagaimana proses memasak bisa diikuti dari awal sampai membereskan peralatan memasak, bertanggung jawab mengikuti proses memasak
  • Memecahkan masalah, anak-anak juga bisa berlatih mencari solusi saat proses memasak tidak berjalan sebagaimana mestinya, misalnya saat anak keponakan saya melakukan proses mamasak ini, salah satu keponakan yang tidak ingin tangannya kotor dengan sprinkle warna-warni langsung mencuci tangannya, setelah itu dia langsung memegang kembali sprinkle warna-warni dengan tangan yang basah, walhasil semakin banyak sprinkle yang berada di tangannya, dia panik dunk, trus suami saya bertanya, baiknya diapain ya biar ga nempel lagi, ponakan saya lalu mencuci kembali tangannya dan kali ini menggunakan sendok untuk menabur sorinkle ke atas chocolate corn flakesnya.
  • Melatih berfikir analitik, hal ini bisa dilakukan antara lain saat anak-anak melihat kok paper cup yang berada ditangganya ga tinggi chocolate corn flakesnya, ga seperti yang lain?, nah kami bertanya apa seharusnya yang dilakukan, kenapa ada yang menggunung atau yang ga kelihatan chocolate corn flakesnya?, anak-anak menjawab karena corn flakes di tiap paper cup jumlahnya tidak sama, karena paper cupnya ada yang gepeng, karena memasukkan corn flakesnya ga bagus, beraneka ragam jawaban sesuai analisa ala anak-anak
  • Kemampuan beradaptasi, ayah bunda, seru-seruan memasak bersama itu adalah proses adaptasi yang benar-benar keren di mata anak-anak, misalnya saat membuat kue anak-anak yang kecil harus naik kursi agar bisa nyaman mengikuti proses memasak yang kami lakukan, ada yang langsung mengambil wadah yang lebih lebih kecil agar lebih nyaman menuang-nuang adonan, ada yang menggunakan lap dan tisu dan ada juga yang menggunakan bajunya untuk menyeka bagian tubuh yang kotor
  • Komunikasi, anak-anak berlatih menyampaikan fikirannya, bertanya prosesnya, bertanya apa yang belum pernah dilakukannya, menyampaikan ketidak senangan dan kesenagannya, ngobrol seru dengan keluarga, dan jika terus dilatihkan maka anak-anak akan memiliki kemampuan komunikasi yang baik
  • Berinisiatif, hal ini bisa didorong dengan melibatkan anak-anak mulai dari menentukan jenis masakan yang akan dimasak, mempersiapkan peralatan dan melakukan transfer pengetahuan dan skill dari anak yang lebih besar kepada anak yang lebih kecil
  • Pengarahan diri, proses memasak bersama ini kami jadikan juga sebagai proses belajar mengarahkan anak-anak kami, anak-anak berlatih mengikuti proses dari awal sampai akhir, berkomitmen membereskan pekerjaan bersama, berkontibusi dalam pekerjaan yang berbeda-beda namun bertujuan agar memasak bersama sukses dilakukan sampai terhidang sajian yang sama-sama diharapkan oleh anak-anak
  • Kreatifitas, saat memasak kemarin anak-anak berlatih bagaimana menghias ala mereka, ada yang numpuk di tengah sriknlenya ada yang menyebar dan sebagainya, pilihan memberikan kebebasan pada anak untuk meletakkan toping atau hiasan yang berbeda di masakan mereka juga biasa kami lakukan untuk melatih kreatifitas anak-anak
  • Keterampilan lintas budaya, serunya saat anak-anak memasak bersama mereka akan berceloteh lepas, misalnya keponakan saya bercerita kalau di rumah neneknya bisanya ada kue apa saja saat lebaran, kalau di rumahnya persiapan lebaran apa saja yang bianya dilakukan, budaya bukan hanya karena faktor suku, budaya dalam rumpun yang sama, bisa berbeda satu sama lainnya
  • Kerja sama, kerja sama atau kolaborasi adalah salah satu hal penting yang harus dilatihkan, apalagi saat ini, skill untuk bisa bekerja sama denganusia, latar belakang, dan kemampuan yang berbeda penting untuk dilatih dan dimiliki oleh anak-anak kita
Keterampilan Abad 21

Wah, banyak juga yang dipelajari..
Dan dalam bahasa kekinian beberapa hal yang telah dipelajari oleh anak-anak kami tadi  adalah proses belajar dengan melatihkan "Keterampilan Abad 21" pada anak-anak kami.


Demikian memasak bersama ala kami. Selamat memasak dan melatihkan keterampilan abad 21 juga ya..

Komentar

  1. Yes kak Elva. Coklat corn flakes ini adalah satu-satunya kue yang anak kami suka buatnya karena gak ribet. Kalo kue yang harus nyetak apalagi kue yang harus diisi tengahnya.. mereka cuma betah sebentar. Habis itu emaknya yang ngerjain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar..kalau anak balita khususnya..rentang konsentrasinya kan masih pendek tuh..nah kue ini bisa jadi ajang latihan mba..🙂

      Hapus
  2. Alhamdulillah proyek bikin kue bareng ini sudah bertahun2 kami terapkan di keluarga fadlimia. Anak2 antusias sekali karena menikmati proses dari ikut membeli bahan2nya, saling mengingatkan cuci tangan dulu sebelum ikut dalam tim buat kue, dan bagi2 tugas, siapa yg menakar bahan, bagian mengaduk dsb sampai jadi. Betul nih Va... ketrampilan abad 21 yg kita latihkan terus menerus ke anak2 kita. Thanks for share ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar ka mia..
      Aktivitas sangat kompleks sehingga kita bisa melatihkan berbagai keterampilan dan mengobservasi keterampilan abad 21 ini terus selama anak-anak beraktivitas..

      Hapus
  3. Nah kekgini yg awak sukak, sikit bahannya, mudah buatnya dan enak rasanyaaaaa
    Siappp mo coba hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener..resep anti gagal..😁👋
      Yok..dicube..

      Hapus
  4. Anak2 pasti senang sekali buat kue ramai2 seperti ini ya kak menambah pengalaman memasak juga pastinya menambah bonding antar kakak dan adik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener..aktivitas seru bersama keluarga..
      Trus kuenya juga emang enak dan anak-anak auto bangga gitu udah berhasil membuat kue ini..🥰🤩

      Hapus
  5. Gampang ternyata buat kue cornflakes ini. Dulu pernah liat mama buat ini. Dan hasilnya gagal. Jadi nggak pernah berani eksekusi. Kali ini kayaknya saya mo coba sendiri bareng anak-anak. Makasi resepnya ya kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama..
      Ayo semangat mencoba ya..Insyaa Allah sukses kali ini..

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer

Juma Lau, Tempat Wisata Asri Dekat dari Medan

Let's Read, Menumbuhkan minat baca dengan menyenangkan.

Tentang Olfactory dan Gustatory