Membangun Tim Yang Solid

 


Membangun sebuah tim memiliki tantangan tersendiri, apalagi tim yang akan diajak bergelut dengan masalah. Pada materi kedua Kelas Bunda Salihah - Ibu Pembaharu, membangun tim yang solid menjadi langkah selanjutnya.

Setelah melakukan refleksi, mengindentifikasi masalah, lalu membuat problem statement dan mengetahui apa sebenarnya yang menjadi akar masalah. Tahapan selanjutnya dan penting untuk dilakukan adalah membangun tim yang akan membuat solusi secara bersama-sama.

Saat mendengarkan Ibu Septi, saya tertarik dengan penyampaian "jika kita memiliki masalah pribadi, jangan hanya disimpan sendiri, coba temukan orang lain yang memiliki masalah yang sama, lalu ajak menjadi tim untuk menyelesaikan masalah tersebut secara bersama-sama." Keren ga tuh, kalau orang suka bilang ya, jangan cari masalah, eh ini malah yuk cari masalahnya, tapi tentu saja untuk diselesaikan.

Kenapa demikian, karena tidak jarang masalah yang di pendam sendiri malah membuat kita blunder, mmmbuuuleeet, muter-muter disitu aja. Bahkan selain tidak bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan kita, tidak jarang masalah yang di pendam, disembunyikan menimbulkan berbagai masalah lain bagi orang tersebut. Apakah stres, depresi dan sebagainya.

Teman Kita, Siapa??

Orang yang menjadi teman kita antara lain :
  1. Orang yang mempunyai masalah yang sama dengan kita
  2. Orang yang memiliki kepedulian yang sama dengan kita
  3. Orang yang memiliki pengaruh (influence) terhadap masalah kita, untuk bersama-sama menyuarakan
  4. Orang yang memiliki keterampilan berbeda dengan kita (soft skill dan hard skill) yang bisa melengkapi tim yang kita bangun
  5. Orang yang antusias menjadi bagian dari solusi (bukan bagian dari masalah)

Tim Kita, Siapa??

Orang yang menjadi tim kita antara lain :
  1. Anggota Keluarga Kita
  2. Teman satu Kampus Ibu Pembaharu
  3. Teman satu regional non mahasiswa Kampus Ibu Pembaharu
  4. Teman sesama member Ibu Profesional
  5. Teman di luar Ibu Profesional
Setelah kita mengetahui siapa yang akan menjadi teman dan tim kita, langkah selanjutnya adalah melakukan kampanye. Baik diobrolkan dalam keluarga, kampanye di sosial media, di kelas wag Bunsal atau HIMA regional.

Maka saya memulai dengan pemetaan siapa saya dan masalah yang saya angkat. Caranya antara lain :
  1. Lihat kembali problem statement dan akar masalah. Jadikan 2 hal ini menjadi panduan melangkah
  2. Buat Narasi yang menarik dalam bentuk media apapun, sehingga memunculkan Empatiorang yang mau membaca, mendengarkan atau menontonya
  3. Gunakan User Persona, yaitu orang-orang yang saat ini terkena dampak terhadap masalah kita dan yang akan merasakan manfaat apabila kita bisa menyelesaikannya


Tahapan selanjutnya saya membuat kampanye. Kampanye yang saya buat membuat saya bimbang, saya pengen jadi follower aja, tapi malah ndak ada yang mau jadi leader saya.. 

Ya sudah saya pikir, sementara saya menjadi leader, nanti saya akan bertanya lagi kepada teman-teman apakah ada yang mau menjadi leader. Kenapa kali ini saya ingin menjadi member saja, saat ini saya hanya ingin diatur, tidak mengatur. Namun ternyata tidak semudah itu mencarinya. Apalagi dengan masalah yang sama dengan saya.

Saat berdiskusi dengan grup CH saya di kelas Bunda Produktif, ternyata walau pun kami sama-sama membahas Manajemen waktu dan diri, tetapi fokus utama kami berbeda satu sama lain. Hal ini juga yang mendasari saya agar membuat tim sendiri yang lebih fokus pada masalah strategi manajemen waktu dan diri bagi ibu dengan aktivitas domestik dan publik. Teman-teman bisa melihat Kampanye Membangun Tim yang Solid yang saya buat ya.

Pemetaan

a. Petakan Soft Skill dan Hard Skill apa saja yang sudah kita miliki. Dan kita memerlukan soft skill dan hard skill lain seperti apa?
b. Petakan peran dan tugas apa saja yang diperlukan oleh anggota team kita, sehingga kita akan mendapatkan orang yang tepat sasaran.
c. Petakan SDM yang anda dapatkan selama proses rekruitment ini menjadi sebuah resource center team anda.

Skill for Effective Teamwork

a. membuat story board
b. membuat kampanye
c. bagaimana bisa bergabung dengan tim, tidak harus banyak. Belajar bareng di pekan depan.
bagaimana memiliki teamwork yang efektif.

Apa saja itu?

1. Communication Skills
Keterampilan komunikasi terpenting bagi leader adalah kemampuan mendengarkan keterampilan mendengarkan secara profesional termasuk mendengarkan pesan, mendengarkan emosi di balik pesan dan mempertimbangkan pertanyaan yang relevan tentang pesan tersebut.

2. Collaboration Skills
Collaborative leaders, berpindah dari top ke down team centric, secara teratur mencari keragaman pendapat dan ide di antara rekan satu tim untuk membangun strategi dan memecahkan masalah. Hasilnya anggota tim lebih terlibat, merasa dipercaya, dan lebih cenderung merasa memiliki atas pekerjaan mereka.

3. Problem Solving Skills
a. Identifikasi dan definisikan masalahnya
Menerapkan solusi terlalu dini mungkin tidak sepenuhnya mengatasi masalah. Sebaiknya, luangkan waktu untuk memahami dan mendefinisikan ruang lingkup dan sifat masalah untuk menghasilkan beberapa solusi yang baik sebelum mengambil tindakan.

b. Gunakan data
Data menawarkan perspektif berdasarkan fakta tentang suatu masalah dan dapat membantu Anda menentukan masalahnya. Pelajari jenis data yang tersedia untuk Anda dan cara menafsirkan kumpulan data. Dan, pastikan untuk menerjemahkan temuan Anda dengan cara yang jelas dan bermakna bagi pengambil kepentingan yang dapat mendukung resolusi.

c. Fokus Pada solusi
Setelah memahami masalahnya, maka gunakan kesempatan berikutnya untuk brainstorming solusi dan selalu fokus pada solusi bukan pada masalah.

4. Planning and Organizing Skills
Keterampilan perencanaan dan pengorganisasian membantu Anda mengelola waktu, alat dan sumber daya untuk mencapai tujuan.

5. Conflict Management
Tetapkan golden rules, sebelum muncul konflik. Hal ini akan membuat kita sebagai leader bisa me-manage kebahagiaan.

“The strength of the team is each individual member. The strength of each member is the team.”

        ― Phil Jackson

Yang Harus dikerjakan :

1. Membuat user persona, diri atau orang lain, untuk memunculkan empati.
a. Affective Emphaty
tingkat kepekaan tinggi terhadap lingkungan sekitar.
b. Cognitive Empathy
mampu menempatkan diri dan membaca situasi di sekitar
c. Somatic Empathy
orang yang berempati setelah melihat sendiri kisah seseorang, seperti mudah terpengaruh
d. Spiritual Empathy
dapat dilihat dari spontanitas dalam menolong orang lain. Kalau termasuk orang yang bergegas membantu orang lain saat dia kesusahan.
2. Pemetaan Soft Skill dan Hard Skill
3. Membuat Story Board
mau apa aja yang dikerjakan?audio, video, visual?untuk melakukan gerakan bersama-sama membentuk tim
4. Call to Action
Cara bergabung tim.
5. Role And Task
a. Tim Member, nama role peran
b. Workgroup
Member menjalankan peran apa?

---

Ibu2 akan menjadi pemicu. Karena Anak akan melihat apa yang ibunya lakukan.









Komentar

Postingan Populer

Juma Lau, Tempat Wisata Asri Dekat dari Medan

Tentang Olfactory dan Gustatory

Let's Read, Menumbuhkan minat baca dengan menyenangkan.