Tantangan 7 : Setiap anak adalah bintang

#tantangan7
#setiapanakadalahbintang
#kelasbunsayiip

Kali ini saya mau menenagkan diri setelah kemarin anak-anak masih sangat antusias main bola walau pun sudah letih seharian bermain dan sampai cidera.

Saya mau mempelajari tulisan ustad Harry Santosa tentang Menumbuhkan Fitrah Bakat Anak.


Saya ulang-lang agar diri saya sadar bahwa setiap anak terlahir unik dan membawa peran hidup masing-masing (fitrah bakat).


Bahkan lewat cemilan gurih di kelas ini saya juga diingatkan kembali apa yang dikatakan oleh guru saya lainnya yakni abah Rama Royani, yang mengembangkan talents mapping, secara sederhana menyebut fitrah bakat adalah fitur unik, yaitu potensi produktif seseorang, dan dapat dilihat secara sederhana pada aktivitas yang dikerjakan dengan easy enjoy excellent dan earn (4E).

Saya ulang-ulang agar saya tidak menggegas, tidak memaksa dan takut melangkah sehingga nantu malah salah melangkah.

Sebagai orang tua, saya dan suami bertugas  menjadi fasilitator dan partner yang menumbuhkan dan mengapresiasi  fitrah yang mereka miliki.
Fitrah anak bisa jadi akan cedera jika orang tua menitipkan mimpi mereka kepada anak-anak mereka. Misalnya, orang tua mengharuskan anak mengikuti jejak orang tua menjadi dokter, memimpikan anak mereka menjadi pegawai negeri karena mendapatkan tunjangan pensiun, dan harapan-harapan yang lain yang sejatinya itu bukan "diri" mereka. Bisa jadi anak-anak tersebut memang hebat dalam bidang tersebut (easy dan excellent), akan tetapi mereka belum enjoy dalam menjalaninya.

Nah yang ingin saya yakinkan juga adalah..jangan sampai ditangan saya anak-anak juga malah tidak muncul sebagai anak yang nyaman menjelajahi potensinya.

Maka, saya pun menuliskan agar meminimalisir keraguan dan kecemasan

Untuk Hilmi usianya hampir 7 tahun
Maka tugas saya dalam menemukan minat bakatnya adalah dengan terus mengamati dan mendokumentasikan aktivitas yang dilakukannya. Dalam tahapan usia ini, saya harus memastikan dan memberikan ragam aktivitas dan wawasan kepada Hilmi.


๐Ÿ—’ Usia 7-10tahun
Pada tahapan usia ini anak perlu memetakan bakat dan membuat visioning board. Serta memperbanyak gagasan dan aktivitas pada klub, proyek maupun visiting agar dapat ditemukan bakatnya ketika usia 10 tahun


๐Ÿ’กUsia 10-14 tahun
Usia ini nerupakan golden age bagi fitrah bakat karena anak berada pada masa pra-aqilbaligh agar mandiri dan berkarya ketika mereka berusia 14-15 tahun. Untuk membangkitkan fitrah bakatnya adalah dengan disiplin dan konsisten. Bimbing anak agar menemukan bakat yang merupakan panggilan hidupnya dengan magang, belajar bersama maestro atau projects based talents.


๐Ÿ’ซ Usia >15tahun
Diharapkan pada usia ini sudah menemukan peran spesifik peradaban.


⭐ Semua anak adalah bintang, biarkan anak bersinar terang dengan cahaya mereka sendiri. ⭐


Komentar

Postingan Populer

Juma Lau, Tempat Wisata Asri Dekat dari Medan

Let's Read, Menumbuhkan minat baca dengan menyenangkan.

Tentang Olfactory dan Gustatory