Evaluasi Latihan kemandirian keluarga 1

#day2
#kelasbunsayiip
#latihankemandirian

Jum'at/24 Februari 2017

Malam ini kami mengadakan evaluasi bersama atas pilihan latihan kemandirian yang akan kami latih dalam sepekan ini.

Hasilnya antara lain ;
1. Abi, harus semakin tenang dan mengendalikan keadaan. Contohnya, sore ini kami ke dokter gigi, selain uminya melakukan kontrol rutin perbulan, anak-anak yang giginya mulai goyang dan mau berganti dari gigi susu ke gigi tetap, akan diperiksa juga oleh dokter gigi.

Pada awalnya abi tidak menginformasikan bahwa kemungkinan gigi mereka yang goyang akan dicabut, walhasil anak-anak malah tantrum tidak jelas. Untuk menenangkan Ghaza energi dan emosi kami lumayan terkuras karena dia menangis histeris tapi juga tidak mau diajak pulang.

Abi mulai menenangkan Ghaza dan menenangkan dirinya sendiri. Kita bebaskan Ghaza memilih apakah dia cabut sendiri giginya sesuai arahan om dokter gigi atau sama om dokter saja.

Hasilnya dia mau sendiri. Sebagai orang tua kami harus juga belajar, meminta anak tidak takut, tidak histeris harus diawali oleh sikap tenang kami sebagai orang tuanya.

Lalu abi pun minta maaf karena tidak menjelaskan kondisi pencabutan gigi sedari awal. Itu bisa terkesan kami memanfaatkan situasi bahkan bisa berarti abai atas ketidaknyamanan anak.


2. Evaluasi terhadap umi. Pengelolaan laptop sudah semakin baik. Pemanfaatan aplikasi canva juga semakin menunjukkan manfaat terhadap aktivitas umi. Namun kemarin disaat membuat permohonan mengikuti kegiatan dengan format yang sebenarnya bukan lah baru umi masih harus menelpon dan minta masukan dari abi, padahal abi baru siap operasi.

Evaluasi saat ini..umi harus mencoba terus, mentok baru call ur husband ya mi ya..😂

3. Ghaza..pagi ini ghaza blm bisa bangun sendiri, masih harus dibangunkan umi atau abi. Harus latihan lagi ya nak..

Walau masih tantrum sepulang dari dokter gigi dan kejadian tersebut masih meninggalkan cemberut di wajahnya, alhamdulillah dia langsung mandi sesampai di rumah. Mantap Ghaza 😊

4. Hilmi..pagi ini juga masih dibangunkan umi dan abi dari tempat tidur. Hilmi harus lebih mandiri untuk urusan ini.

Hilmi juga masih harus diingatkan apa yang dia belum lakukan terhadap dirinya. Dan si negosiator ini masih melakukan banyak trik untuk mengalihkan perhatian, mulai dari menanyakan arti kata "mengamati", lalu apakah maksudnya mirip dengan arti kata memperhatikan, mengambil bola untuk dibawa ke dalam rumah, sampai tadi dia menunjukkan plastisin yang dia buat di sekolah. Ada saja..🤔

Tapi begitulah dia..tatap matanya dan umi ulangi ya Hilmi, apa yang belum Hilmi lakukan sesampai di rumah?.
Ok lah mandi umi..tapi Hilmi tetap mau pakai baju bola ini katanya..ok lah..negosiator ulung ini ga mau rugi banyak sepertinya..hehehehe




Komentar

Postingan Populer

Juma Lau, Tempat Wisata Asri Dekat dari Medan

Let's Read, Menumbuhkan minat baca dengan menyenangkan.

Tentang Olfactory dan Gustatory