Evaluasi Latihan Kemandirian 2

#day3
#latihankemandiriankeluarga
#kelasbunsayiip

"Setiap perubahan ke arah kebaikan insyaallah akan bernilai amal sholeh di mata Sang Pencipta.."

Itulah do'a yang saya selipkan disetiap aktivitas yang kami jalankan.
Sebagai manajer rumah ini saya harus lebih jeli melihat strategi dan alat bantu yang kami gunakan dalam melaksanakan Latihan Kemandirian 2.

Anak-anak tentu akan terpancing banyak hal menarik di luar sana, maka saya juga harus membuat apa yang harus kami patuhi sebagai sesuatu yang tak kalah menariknya.

Evaluasi kali ini saya buat untuk pembelajaran buat kami sekeluarga..

1. Abi : abi sudah semakin mantap di jalur "kebenaran dan kesabaran", walau terkadang agak terpancing jika letih mendera tetapi sejauh ini intonasi, pilihan kata semakin manusiawi..(maaf biasanya bukan binatangawi ya tapi robotawi atau tim bedah-awi)..๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜ญ jadi agak-agak pening cemana gitu mendengarnya..๐Ÿ˜™๐Ÿ˜

2. Umi : wah umi makin mandiri, karena si abi makin tega..๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ disposisi tugas agak ndak berlaku belakangan ini untuk urusan komputerisasi, internetnisasi..coba sendiri..gagal coba lagi..gagal baca lagi..gagal ya coba lagi..no tlp2 kecuali urgent bin mepet. ๐Ÿ˜…

3. Ghaza..ah nak ku masih belum bisa bangun sendiri..masih dibangunkan..padahal rencananya sudah ok loh nak..tapi masih aja dibangunkan umi ya nak ku, yang mau akhil baligh ini..๐Ÿ˜ญ

Mandi tepat waktu sudah semakin ok.

4. Hilmi..wah ini harus digendong untuk membangunkannya..tapi ndak apa nak..besok coba lagi ya..๐Ÿ˜‘

Mandi juga semakin bisa tepat waktu.

Jadi, Hilmi ini punya latihan kemandirian lainnya..dia punya kebiasaan meninggalkan barang yang sudah diambil tetapi tidak dikembalikan ke tempat semula, iseng saya tambah saja dengan latihan "meletakkan barang di tempat semula".

Menurut evaluasi Hilmi, dia harusnya mendapat stiker yang saya berikan untuk latihan kemandirian yang sudah baik, karena menurut Hilmi dia sudah baik dalam hal mengembalikan barang ke tempat semula.

Saya tidak mengomentari perkataannya, saya hanya melirik setiap barang yang masih berserakan di lantai dan semua adalah barangnya, dan Subhanallah dengan gerakan sapu jagat pemberesan pun dilakukannya..dan..done umi, semua dah rapi..ujarnya..
Ah lihat lah si kinestetik kami ini..dan jangan lupa dia negosiator ulung..tinggal lagi saya harus semakin peka terhadap potensi ini..#janganlupanakgurumudisini๐Ÿ˜€


Menjelang tidur ternyata pintu kamar saya diketuk si bungsu kami..

Umi..stiker yang umi tempel kan stiker buku, kenapa umi pakai di papan tulis umi..

Aih anak ku ini..

Ok nak..Insyaallah besok umi buatkan lembar latihan kemandirian untuk abang Ghaza dan Hilmi ya..berbentuk buku..Hilmi boleh tidur ya nak..umi sayang Hilmi (lagi).

Guru di kritisi murid ya ini..sekarang ini..siap-siaplah buat alat bantu yang lain ya umi..belajar nge-blognya di tunda dolo..hehehehehe..

Alhamdulillah ๐Ÿ˜Š

Komentar

Postingan Populer

Juma Lau, Tempat Wisata Asri Dekat dari Medan

Let's Read, Menumbuhkan minat baca dengan menyenangkan.

Tentang Olfactory dan Gustatory