Menjaga Hutan sejak dari rumah.


S
aat itu langit menghitam, kabut semakin pekat, jarak pandang sudah tidak jelas. Saya masih ingat, tahun 2015 menjadi tahun yang kelam bagi hutan Indonesia. Jika dilihat data kebakaran hutan, pada tahun 2015, Indonesia mengalami kebakaran hutan terparah pada periode 2015 - 2020. Kebakaran hutan pada tahun 2015 mengakibatkan Indonesia kehilangan 2.611.411,44 Ha hutan. Data kebakaran hutan bisa dilihat 
Luas kebakaran hutan Indonesia.

Kondisi saat itu sungguh sangat menyedihkan, banyak aktivitas yang tidak bisa dilakukan oleh keluarga Indonesia di daerah yang mengalami kebakaran hutan. Kebakaran hutan tahun 2015 juga mengakibatkan beberapa negara tetangga juga terganggu kebersihan udaranya. Kita masih ingat salah satu film kartun anak yang mengangkat cerita tentang Jerebu yang terjadi di negara tetangga dan membuat tokoh di film kartun tersebut tidak bisa bermain dengan teman-temannya. Menyedihkan ya?, benar, itu sangat menyedihkan. Di negara kita hal tersebut benar-benar terjadi, cerita pekatnya kabut asap yang terjadi di beberapa provinsi di Indonesia bukanlah cerita film kartun. Banyak anak-anak dan keluarga Indonesia yang terpapar asap saat itu. Tahun 2015, saya dan teman-teman di Ibu Profesional membuat sebuah gerakan Peduli Kabut Asap (PEKA)Gerakan ini adalah salah satu upaya saya terlibat dalam menjaga hutan di Indonesia.



Saat itu, sebagai koordinator nasional Tim Peka, saya bersama teman-teman Ibu Profesional lainnya, bertugas untuk melakukan penggalangan dana, lalu menyalurkan bantuan untuk membantu pengadaan masker, obat-obatan, vitamin, kebutuhan belajar dan kebutuhan hidup sehari-hari di beberapa kabupaten/kota di Riau, Jambi dan Palangkaraya. Ada perasaan sedih, kesal, kecewa, melihat kebakaran hutan yang terjadi. Apalagi dugaan penyebab kebakaran hutan saat itu adanya oknum yang sengaja membakar hutan. Namun, saat itu yang terpikir oleh saya dan teman-teman, apapun sebab kebakaran hutan, kita harus bergerak cepat, membantu saudara kita, membantu melestarikan hutan kita.

Hutan itu Indonesia.

Keluarga Indonesia, hutan kita adalah anugerah yang diberikan Allah kepada negara kita.  Kita sering membaca bahwa hutan adalah paru-paru dunia. Indonesia memiliki hutan hujan tropis ketiga terluas di dunia. 

Indonesia memiliki hutan tropis yang didalamnya hidup berbagai flora dan fauna serta keragaman hayati yang tidak dimiliki oleh negara lain. Hutan hujan tropis merupakan hutan dengan pohon-pohon tinggi dan iklim yang hangat. Selain itu, hutan hujan tropis biasanya memiliki curah hujan yang tinggi dan memiliki musim kering yang pendek. Hutan hujan tropis Indonesia memiliki keanekaragaman tumbuhan, dari pohon, perdu, rumput, bahkan parasit, dan tumbuhan anggrek. Kekayaan yang terdapat dalam hutan hujan tropis di Indonesia ini membuat Indonesia menjadi negara dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua setelah Amazon. Hutan itu Indonesia, ungkapan ini tentunya pantas disematkan bahkan sangat pantas untuk menjadi gerakan kita bersama. 



Tentunya kita tidak bisa membayangkan hidup tanpa hutan yang sudah kita ketahui memiliki keanekaragaman hayati yang ada didalamnya. Penduduk Indonesia juga masih sangat tergantung pada hutan sebagai sumber makanan dan penghidupan. Kita harus mendorong pengembangan produkhutan bisa dihasilkan tanpa merusak hutan.

Aktivitas melestarikan hutan di Indonesia harus menjadi budaya baik bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di sekitar hutan maupun tidak.

Apa dampak kebakaran hutan bagi kita semua?.

Mengajarkan kepada anak-anak tentang dampak kebakaran hutan menjadi hal yang penting. Kami melakukan aktivitas yang bertujuan agar anak-anak kami memahami apa yang bisa dilakukan oleh setiap keluarga untuk menjaga kelestarian hutan. Anak-anak suka melihat film kartun yang salah satu temanya mengangkat apa yang harus dilakukan saat terjadi kabut asap karena kebakaran hutan. Momen nonton bersama anak ini menjadi salah satu cara bagi saya untuk mengedukasi apa saja dampak kebakaran hutan bagi kita semua. Momentum juga ini menjadi saat yang tepat mengajarkan mata pelajaran IPS kepada anak-anak saya.

Dari materi Ilmugeografi, ada 10 dampak kebakaran hutan bagi lingkungan. Antara lain :


Dari 10 dampak kebakaran hutan bagi lingkungan ini, kita bisa melihat bahwa jika terjadi kebakaran hutan, dampaknya banyak sekali. Dampak negatif tersebut juga menyadarkan kepada kita pentingnya hutan bagi kehidupan kita.

Untuk memudahkan penjelasan kepada anak-anak, saya juga menggunakan infografis waspada kebakaran hutan dan lahan yang dibuat oleh Indonesiabaik.id berikut ini :

Nah, jadi apa yang bisa kita lakukan selanjutnya untuk menjaga hutan kita?

Saat ini saya dan keluarga tinggal di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Benarkah ada hutan disekitar kami, bagaimana cara yang paling efektif yang bisa diajarkan kepada anak-anak untuk menghargai hutan, bagaimana kami memiliki ketergantungan dengan hutan, merasakan pentingnya hutan bagi kami?. 

Saat berfikir, saya harus menjelaskan dari asal tempat kami lahir, dibesarkan dan saat ini tinggal. Saya mengajak keluarga Indonesia untuk menjaga hutan sejak dari rumah. Beberapa aksi nyata yang bisa dilakukan untuk menjaga hutan Indonesia sejak dari rumah, antara lain :

Pentingnya keberadaan hutan dan kaitannya dengan aktivitas keluarga.

Salah satu cara menghargai keberadaan hutan dari rumah yang kami lakukan adalah mengedukasi dan mengajak anak-anak mengenal pentingnya keberadaan hutan, bercerita atau mendongeng tentang kekayaan hutan Indonesia, menjelaskan barang-barang apa yang kami gunakan di rumah yang merupakan hasil dari hutan, menerapkan konsep minim sampah untuk lebih mengahargai alam dan mencari tahu konsekuensi jika alam rusak dan banyak hutan yang terbakar. Kami mengajak anak-anak melihat tontonan dengan tema alam dan hutan di televisi. Kami juga sering mengajak anak-anak beraktivitas di alam.

Sebagai bentuk turut serta melakukan kampanye #jagahutan, keluarga kami juga mencoba pendekatan yang bisa diterima oleh anak-anak, misalnya bagi anak-anak kami yang termasuk anak milenial, kampanye jaga hutan kami lakukan dengan menggunakan game. Kami membuat board game sederhana dengan berjudul "Jaga Hutan Kota Kita".

Sulung saya yang berusia 13 tahun saat ini menyukai kegiatan editing video, untuk mengasah talenta yang dimiliki Ghaza, saya memberikan tantangan kepada anak saya untuk membuat video kampanye jaga hutan versi anak-anak. Pembuatan board game maupun video bagaimana melakukan aksi cinta hutan Indonesia seru loh, ini sarana meningkatkan bonding pada keluarga kami juga upaya memupuk rasa cinta terhadap hutan Indonesia. Berikut ini hasil karya anak kami.

Berkunjung ke Hutan Kota.

Kami melakukan kunjungan ke hutan kota sebagai salah satu cara mengenal hutan yang ada di sekitar kami. Di Kota Medan terdapat beberapa hutan kota, yakni;
  1. Taman Beringin yang terletak di Kecamatan Medan Baru
  2. Bumper Pramuka Cadika yang terletak di Kecamatan Medan Johor
  3. Hutan Kota CBD Polonia yang terletak di Kecamatan Medan Polonia
  4. Kebun Binatang dan Hutan Kota yang terletak di Kecamatan Medan Tuntungan
  5. Kanal Sungai Deli yang terletak di Kecamatan Medan Johor
  6. Hutan Kota yang terletak di Kecamatan Medan Labuhan
Ternyata, dari berita sumut, Kota Medan masih memerlukan tambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Saat ini luas hutan kota yang dimiliki oleh Kota Medan adalah sebesar 4.09%. Berdasarkan PP No. 63 Tahun 2002 luasan hutan kota  minimal 10 persen dari total wilayah kota. 


Kunjungan ke hutan kota ini kami lakukan dengan tujuan agar anak terbiasa beraktivitas di alam, menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Dan kunjungan ini sebagai tahapan dasar bagi anak-anak sebelum melakukan kunjungan ke hutan Indonesia yang lebih luas, lebih masuk ke pedalaman Indonesia.

Berkunjung ke hutan hujan tropis sumatera.

Salah satu hal yang paling saya rindukan saat pandemi ini adalah kegiatan jelajah hutan yang kami lakukan bersama keluarga. Kami memilih menjelajahi hutan untuk yang terdapat di Sumatera Utara atau daerah lain yang kami kunjungi sebagai bentuk syukur kepada Allah. Saya memiliki anak laki-laki, tentunya salah satu upaya untuk menanamkan jiwa kepemimpinan, tangguh, cinta tanah air, harus dilakukan dengan keluar masuk hutan. Naik ke atas bukit, tersungkur ke tanah, merasakan sejuknya air sungai bahkan mata air adalah cara langsung mensyukuri anugerah yang Allah titipkan di bumi Indonesia.

Hutan yang ada di Sumatera Utara adalah rumah kami. Masyarakat Indonesia khususnya yang tinggal di Sumatera Utara harus menjaga dan melestarikan hutan yang kita miliki.



Fakta menarik dari kawasan hutan dan pemanfaatan hasil hutan yang terletak Sumatera Utara;
  1. Hutan hujan tropis di Sumatera Utara termasuk dalam Hutan Hujan Tropis Sumatera yang merupakan salah satu situs warisan budaya dunia UNESCO.
  2. Hutan di Sumatera Utara memiliki hasil hutan dengan potensi ekonomi yang bernilai tinggi. Hasil hutan terseut antara lain aren yang bisa diolah menjadi bietanol, kemenyan untuk parfum, budidaya kacang macademia intregrafolia.
  3. Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL) merupakan salah satu Kawasan Pelestarian Alam di Indonesia. Salah satu Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) yang terkenal di dalam kawasan TNGL adalah Pusat Pengamatan Orangutan Sumatera - Bukit Lawang di Kawasan Wisata Alam Bukit Lawang - Bahorok, Kabupatena Langkat, Sumatera Utara.
  4. Kawasan Danau Toba ditetapkan sebagai Geopark Dunia oleh UNESCO.
Dibalik potensi hutan dan berbagai hasil hutan yang bisa dirasakan oleh manusia, terdapat ancaman dan tantangan dalam melestarikan hutan. 

Melestarikan hutan lewat adopsi pohon.

Adopsi pohon?. Apakah keluarga Indonesia pernah mendengar istilah ini?, atau bahkan belum pernah mendengarnya sama sekali?.

Adopsi pohon adalah salah satu aksi nyata yang bisa dilakukan oleh keluarga Indonesia dalam menyelamatkan dan melestarikan hutan. Caranya keluarga Indonesia dapat mengadopsi atau mengasuh pohon langsung di hutan. Adopsi atau asuh pohon ini dilakukan khususnya pada pohon besar yang sudah berdiri tegak dan bahkan tidak bisa dipeluk. Wah, itu salah satu kebiasaan keluarga kami saat melakukan jelajah hutan. Jika melihat pohon besar yang tidak bisa dipeluk oleh satu orang, maka kami akan memeluknya secara beramai-ramai.

Cara mengadopsi pohon bisa dilakukan dengan berdonasi ke lembaga penjaga hutan di kawasan tertentu, dengan demikian keluarga Indonesia sudah turut menjaga hutan sejak dari rumah, ayo kita lakukan bersama ya.

Hari Hutan Indonesia.

Keluarga Indonesia sudah tahu tentang Hari Hutan Indonesia?.
Hari Hutan Sedunia diperingati setiap tanggal 21 Maret, di negara kita Hari Hutan Indonesia diperingati tanggal 7 Agustus. Nah benar, tahun ini kita memperingati Hari Hutan Indonesia pertama.



Hari Hutan Indonesia ini digagas setelah pada Tanggal 7 Agustus 2019, Bapak Presiden Jokowi mengeluarkan Inpres No. 5 tahun 2019, tentang Pemberhentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Primer dan Lahan Gambut.

Hari Hutan Indonesia berarti hari khusus dalam setahun dimana kita memperingati dan merayakan kekayaan dan keindahan hutan Indonesia. Hari ini juga bisa digunakan sebagai momentum bagi kita untuk bersama menjaga kelestarian hutan Indonesia dan seluruh keanekaragaman hayati yang ada didalamnya.







Komentar

  1. Hutan itu banyak banget kenangan masa kecil kami kak. Sayangnya sekarang, kondisi hutan semakin banyak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi ya kak. Sedihnya banyak yang gak dihukum tegas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali, seharusnya penegakan hukum bisa dilakukan dengan tegas bagi yang melanggarnya ya Bunda, agar kita tidak kehilangan hutan kita..

      Hapus
  2. Selamat hari hutan, Hutan Indonesiaku. Sudah menjadi kewajiban kita untuk turut berpartisipasi menjaga dan merawat hutan ya. Good luck, Elva...semangat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat menjaga hutan Indonesia juga kak Mia..karena hutan itu Indonesia, ya kan kak..

      Hapus
  3. masyaAllah makasih infonya kak, ternyata medanpun butuh ruang hijau yg lebih banyak yaaa. alhamdulillahnya taman yg di medan udah mulai aktif lagi, banyak pengunjungnya. walau pemerintah harus lebih aware untuk pelestariannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar Bunda, kota kita juga masih membutuhkan ruang terbuka hijau, salah satunya dengan adanya hutan kota, semoga adopsi hutan juga bisa melihat peluang mempertahankan hutan kota kita ya..

      Hapus
  4. Cinta hutan dan lingkungan memang harus diterapkan ke anak-anak kita sejak dini kak. Saya juga suka mengajak anak-anak saya jalan ke tempat wisata yang masih banyak pepohonannya sekaligus bisa menjelaskan pentingnya kelestarian tanaman dan hutan untuk umat manusia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, banyak hal yang bisa dipelajari anak-anak dengan berkunjung ke hutan, semoga Hutan itu Indonesia juga punya program khusus untuk anak-anak ya..

      Hapus
  5. Keren kak elva videonya 😘 bener banget nih kak kita harus menjaga hutan dengan sepenuh hati dan ikut mengkonsumsi hasil hutan agar turut merasakan memiliki hutan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih apresiasinya tante. Waktu itu Ghaza sedang belajar membuat video menggunakan sebuah aplikasi, waktu saya ajak ikut membuat kampanye jaga hutan, dia tertarik, kami siapkan konsepnya dan Ghaza bisa membuat seperti video yang Elva posting. Dia senang bisa berkontribusi.

      Hapus
  6. Baru aja semalam masuk hutan kk, haha, emang nyenengin kalo ke hutan tambah lagi menginap bersama alam, rasanya la terkataken.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah..kalau itu pastinya, masuk hutan itu membuat candu ya bang. Ayo lah buat jalan untuk anak-anak masuk ke hutan..

      Hapus
  7. Semoga makin banyak yang berdonasi lewat adopsi hutan ya agar hutan kita makin lestari dan terjaga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar..semoga program adopsi hutannya berjalan sukses

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer

Juma Lau, Tempat Wisata Asri Dekat dari Medan

Let's Read, Menumbuhkan minat baca dengan menyenangkan.

Tentang Olfactory dan Gustatory