Telisik Diri.


Bunda Cekatan Institut Ibu Profesional dibuka dengan infografis yang cantik. Infografis dengan ornamen yang menggambarkan proses metamorfisis. Saya memaknainya demikian. Kelas Bunda Cekatan ini akan saya jadikan proses metamorfosis saya untuk semakin mengenali potensi saya.




Materi perdana di kelas Bunda Cekatan 1 disampaikan pada tanggal 11 Desember 2019. Materi yang kami peroleh di kelas Bunda Cekatan ini berisi tentang bagaimana mengidentifikasi diri secara jujur melalui alat bantu berupa kuadran aktivitas. Kuadran tersebut berisi tentang apa yang disukai, bisa, tidak suka dan tidak bisa. Identifikasi ini dilakukan baik pada diri sendiri (sebagai pribadi), sebagai istri dan ibu juga sebagai makhluk sosial/anggota masyarakat.

Setelah mendengarkan materi pertama yang disampaikan oleh Bunda Septi Peni Wulandani, saya berkeyakinan bahwa saat ini adalah saat yang tepat bagi saya melakukan telisik diri. Saya akan melihat potensi saya dalam ranah yang saya jalani saat ini. Saya berharap saya akan mampu memaksimalkan potensi dan menyiasati kelemahan saya.

Saya akan menghubungkan penilaian jujur telisik diri saya dengan hasil talents mapping yang telah saya lakukan sebelumnya. Ini adalah cara yang saya gunakan agar saya semakin memahami bagaimana beraktivitas dengan cekatan dan bernilai.

Saya merasa sangat beruntung sekali telisik diri ini dilakukan menjelang pergantian tahun. Saya bisa menjadikan materi Bunda Cekatan 1 ini sebagai bahan refleksi diri terhadap peran apa saja yang ingin saya tingkatkan dan peran apa saja yang harus saya ikhlaskan untuk dikesampingkan dimasa yang akan datang.

Saya melakukan refleksi atas 3 telisik:
  1. Telisik sebagai diri.
  2. Telisik sebagai seorang istri dan ibu
  3. Telisik sebagai anggota masyarakat.
Telisik Diri

Telisik sebagai istri dan ibu


Telisik sebagai anggota masyarakat

 Saya menyatukan telisik diatas menjadi Kuadran Aktivitas saya :


Kuadran Aktivitas biasanya digunakan untuk mengukur tingkat keterikatan seseorang sehingga orang tersebut dinilai produktif. Dari materi Talents Mapping yang saya terima dahulu dari Abah Rama, saya mengetahui bahwa menurut survey yang dilakukan Gallup Organization dari "Kuadran Aktivitas ini diketahui bahwa para karyawan yang memiliki keterikatan dan tinggi produktivitasnya adalah karyawan yang barada di kuadran 1 (bisa dan suka) dalam melakukan aktivitasnya".

Maka pelajaran metamorfosis yang saya dapatkan dari materi 1 Bunda Cekatan ini adalah bagaimana saya bisa memaksimalkan dan mengoptimalkan kudaran aktivitas 1 saya, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga maupun masyarakat.

Saya membaca ulang hasil TM. Hasil TM menunjukkan saya dengan bakat dominan  yakni Communication, Responsibility, Learner, Significance, Command, Strategic, dan Ideation.

Sangat menarik menghubungkan kuadaran aktivitas ini dengan assesment TM saya, saya faham mengapa saya susah memaknai aktivitas dengan memberikan contoh-contoh konkrit yang bersifat teknis, karena memang saya bukan orang yang berifkir teknis. Saya membutuhkan waktu lama untuk mengindentifikasi masalah karena terlalu mengedepankan semua bisa saya pelajari dan saya selesaikan termasuk hal yang tidak saya sukai dengan bakat pembelajar dan responsibility yang saya miliki. Saya suka berkutat dengan pembahasan ide kerja yang baru dan bagaimana melakukannya dengan baik dari pada mengurusi hal-hal yang menurut saya kurang diperlukan.

Dan mengapa saya tidak suka mengumpulkan data orang lain tidak lain karena ternyata saya memang memiliki bakat input yang rendah, malah bakat tersebut adalah bakat terbawah saya.

Menuliskan telisik diri ini menjadikan saya tersadar apa yang akan membuat saya terikat, produktif dan bahagia. Bagaimana saya bisa memaksimalkan potensi saya dan menyiasati kelemahan saya.

#BundaCekatan
#Jurnal1
#InstitutIbuProfesional

Komentar

Postingan Populer

Juma Lau, Tempat Wisata Asri Dekat dari Medan

Let's Read, Menumbuhkan minat baca dengan menyenangkan.

Tentang Olfactory dan Gustatory