Umi (Bunda) Sayang ini karena kalian, Anak ku.

Sudah setahun Umi kalian ini mengikuti kelas Bunda Sayang. Alhamdulillah akhirnya rampung pelajaran di kelas ini nak. Tapi, Umi mau menceritakan mengapa Umi mau menyelesaikannya.

Umi mengenal konsep Bunda Sayang yang di gagas Institut Ibu Profesional dari sebuah buku, dengan judul Bunda Sayang.

Buku ini Umi miliki awal tahun 2015 kalau Umi tidak salah, ada 12 konsep pengasuhan yang dituangkan dalam buku tersebut. Membaca buku ini asyik sekali nak, karena ternyata Umi punya teman, teman yang berbagi pengalaman dan pengamalan aktivitas mereka mendampingi buah hati dan keluarga seperti Umi.

Sekian tahun berlalu umi mendapat kabar di grup IIP Sumut ada perubahan pola dari kelas webinar dengan bunda Septi Peni Wulandani yang selalu seru dan Umi nantikan, berubah ke pola kelas berjenjang.

Sama nak seperti kalian, ada pendidikan usia pra sekolah, SD dan selanjutnya sampai kelak nanti kalian siap bermanfaat di masyarakat. Umi punya kelas, Umi belajar lagi. Ada Kelas Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif dan Sholehah.

Umi beranikan diri mendaftar dan malah berniat jadi ketua kelas. Umi belajar di kelas Bunda Sayang Aceh-Sumut nak, seru sekali, ada yang tidak pernah bertemu muka, tapi Umi yakin kami bertemu sapa dan do'a. Walau sudah membaca bukunya, ternyata kelas ini memiliki keseruan tersendiri.

Umi punya tekad, sekali ikut kelas jangan sampai tinggal kelas, ini semata-mata hanya karena kalian anak-anak ku. Jika kalian bertumbuh, belajar menghadapi dinamika hidup, maka semoga Umi kalian memiliki kekuatan dan kecepatan mendampingi proses belajar kalian. Dan kelas Bunda Sayang ini salah satu jalan.

Dua belas materi pembelajaran sudah kami lakukan di kelas ini. Tidak banyak yang diminta, hanya Umi diminta komitmen melakukan pendampingan keseharian kalian, anak-anak ku. Lama-lama jadi terbiasa dan keterusan.

Apakah selain ditantang dengan kelas Bunda Sayang akan Umi lakukan pendampingan itu?, tentu saja iya, tetapi melakukannya, menuliskannya, melaporkannya, memiliki tantangan tersendiri. Dan ternyata berat memang kalau tidak MEMAKSAKAN DIRI sebelum MEMBIASAKAN DIRI.

Ah kalian buah hati, penyemangat selain Abi. 😊

Semoga kelas-kelas belajar kita tidak ada yang merusak fitrah belajar kita. Semoga proses belajar ini menjadi apa yang bisa Umi pertanggung jawabkan dihadapan Allah kelak.

Terima kasih semua Bunda Sayang di Aceh- Sumut dan Sumatera. Semoga Allah ridha dengan proses belajar kita. 😊

Dan hai nak, Umi LULUS!





Komentar

Postingan Populer

Juma Lau, Tempat Wisata Asri Dekat dari Medan

Let's Read, Menumbuhkan minat baca dengan menyenangkan.

Tentang Olfactory dan Gustatory