Postingan

Self dan Peer Assessment sebagai Feedback kelas Bunda Salihah

Gambar
     A ssessment, kata ini menjadi kata yang menarik saat kami diminta menilai apa yang kami jalani selama mengikuti kelas Bunda Salihah. Menurut Key Differences , assessment adalah proses menilai seseorang atau sesuatu. Ada dua pihak dalam assessment yakni penilai dan mereka yang dinilai. Penilai dalam assessment adalah biasa disebut dengan assesor. Mereka bertugas melakukan penilaian atas kinerja seseorang berdasarkan standar yang sudah ditetapkan. Assessment ini banyak dipakai dalam berbagai bidang. Di bidang pendidikan, fungsi assessment adalah guna mengukur kemampuan peserta didik. Uniknya kami diminta untuk melakukan Self Assessment dan Peer Assessment .  Self assessment   menurut Boud (1991) adalah keterlibatan pelajar dalam mengidentifikasi kriteria atau standar untuk diterapkan dalam belajar dan membuat keputusan mengenai pencapaian kriteria dan standar tersebut. Dengan kata lain Self  assessment adalah sebuah proses dimana pelajar memiliki tanggung jawab untuk menilai hasi

Konferensi Ibu Pembaharu (KIP), literasi digital dari, oleh dan untuk perempuan

Gambar
  K onferensi Ibu Pembaharu (KIP) telah dilaksanakan oleh Ibu Profesional dari tanggal 17 - 20 Desember 2021 lalu memberikan banyak manfaat  bagi saya. Konferensi dengan panitia penyelenggara Institut Ibu Profesional ini, mengingatkan saya kembali pada tujuan dilaksanakannya Konferensi Ibu Pembaharu ini, yakni : Mempertemukan Ibu Pembaharu dari dalam dan luar negeri untuk melakukan  refleksi, kolaborasi, berbagi solusi dalam menjalankan perannya sebagai perempuan, ibu dan istri. Sebagai media publikasi untuk meningkatkan jumlah perempuan berpendidikan dan berkualitas yang akan tumbuh dan berkembang, berdasarkan potensi yang dimilikinya sebagai Ibu Pembaharu baik yang bekerja di ranah domestik maupun publik. Mendorong dilaksanakannya pertemuan para Ibu Pembaharu tingkat internasional secara berkala. Menginisiasi terwujudnya Universitas yang fokus pada bidang Pendidikan Ibu dan Keluarga yang pertama di Indonesia. Sejak tahun 2011, Ibu Profesional  telah secara konsisten membangun lingkun

AKSI - SEWAKTU

Gambar
  A khir dari perjalanan aksi ini adalah menunjukkan jejak langkah baru tim  sewaktu  untuk lebih bermanfaat. Belum banyak torehan latihan manajemen waktu yang kami lakukan, namun tim sewaktu mencoba terus belajar dan berkarya. Jika diminta membuat refleksi dari apa yang telah saya jalani selama 6 bulan ini, saya belajar banyak sekali melakukan manajemen waktu.  Semakin saya belajar semakin saya diuji. Jika penilaian itu dikembalikan kepada saya, saya bangga dengan pencapaian saya. Komitmen diri sendiri untuk tidak mundur dari bunda salihah untuk menjadi ibu pembaharu. Meski pun teman-teman saya kendor dalam menjalankan aksi setidaknya saya masih berkomitmen untuk meneruskannya. Saat diminta membuat video bersama saya akhirnya membuat video seorang diri karena sampai batas waktu yang ditentukan teman-teman belum menyetorkan video tm.  Alhamdulillah teman-teman mengirimkan video yang mereka buat walaupun sudah lewat waktu : Saya menganggap diri berhasil melewati kelas bunda salihah ini

Sudahkah Saya bertanggung Jawab dengan Komunikasi Ku?

Gambar
Pekan ke 3 dari training intermediate A Home Team membahas tentang komunikasi.  Komunikasi memegang peranan penting dalam interaksi manusia. setelah mendengarkan materi Pak Dodik, kami diminta melakukan praktek Game Komunikasi kepada circle A kami. Saya memperaktekkan game komunikasi kepada anak-anak. Saya sih sebenarnya tidak yakin, apakah saya sudah memberikan instruksi dengan benar kepada mereka, khususnya kepada Hilmi yang masih duduk di kelas 6 SD dengan istilah bangun ruang yang kurang familiar di telinganya.  Tantangan yang saya hadapi adalah;  Sebagai penyampai pesan saya tidak mencatat apa yang saya instruksi kan kepada anak-anak, padahal saya tahu instruksi nya panjang Tidak menggunakan bahasa lawan bicara saya, yakni anak-anak. Mungkin saya juga bingung kalau jadi mereka Anak-anak bilang tidak jelas tujuan mereka membuat gambar tersebut apa Ternyata dari game kecil ini kami bisa memahami materi pekan ke-3 yang disampaikan minggu lalu.  "Komunikasi itu berbagi pesan/info

Merdeka Walk, Tempat Baru Berburu Bolu Toba

Gambar
J ika singgah ke Medan, tentu tidak lengkap rasanya jika tidak singgah ke pusat kota. Salah satu icon kota Medan yang sangat terkenal adalah Merdeka Walk. Dahulu awalnya Merdeka Walk ini disebut Lapangan Merdeka Medan. Lapangan yang sudah ada sejak zaman Belanda merupakan tempat berkumpul nya masyarakat kota Medan. Setelah hadir di Jl. Wahid Hasyim Medan, Bolu Toba Medan membuka outlet keduanya di  Batik Trusmi Medan yang letaknya di Jl. Pangeran Diponegoro No. 20B Madras Hulu, Medan Polonia Kota Medan.  Bulan Desember 2021 ini menjadi istimewa bagi Bolu Toba. Oleh-oleh khas Medan ini membuka  outlet terbarunya di Merdeka Walk. Tentu p emilihan Merdeka Walk sebagai lokasi untuk outlet terbaru Bolu Toba sangat strategis. Saat ini Merdeka Walk bukan saja digunakan untuk olah raga, namun juga tempat berkumpul baik untuk keluarga, teman-teman kantor dan para pengunjung yang datang ke kota Medan. Para pengunjung dengan mudah sampai ke lapangan yang selalu ramai khususnya pada hari Sabtu da

Review ApresiAksi

Gambar
 S aat ditugaskan membuat Review ApresiAksi kali ini, saya mendapatkan buddy MBa Anggun K dari IP Depok. Mba Anggun membuat review dengan menggunakan software Canva. Review saya atau jurnal Mba Anggun antara lain: 

Pahami pasangan mu, maka kau akan dipahami

P ertemuan ke dua dari Training intermediate "A home team" bersama Pak Dodik Mariyanto membahas bagaimana setiap pasangan diupayakan memahami pasangan terlebih dahulu sebelum diri dipahami oleh pasangannya. Kalau Saya sih iyes, ga tau kalau Mas Anang..hehehe Kita bisa mengendalikan apa yang akan kita pikirkan dan kita lakukan, namun belum tentu bisa mengendalikan apa yang dilakukan oleh orang lain, apa yang menjadi respon orang lain. Setelah mendengarkan pemaparan materi ini, saya mencoba membuat diskusi terpisah baik dengan suami, anak pertama dan kedua. Kami mencoba ngobrol santai. Saya coba mengajak mereka berdiskusi dan mencatat apa yang mereka jawab.  Saat membaca jawaban dan menuliskannya dalam kertas terasa haru, dan memang seperti yang digambarkan oleh Pak Dodik, bisa jadi pasangan baru menyadari oh hal ini yang pasangan saya tidak suka, yang begini malah suka, Saya bahkan tertarik membuat desain khusus template yang bisa saya gunakan sewaktu-waktu saat menjadi fasili