Postingan

Puasa 4 : Menjadi Fasilitator anak yang Mempuni

Gambar
Pada tahapan puasa ke 4 ini saya masih melanjutkan proses menjadi fasilitator anak yang mempuni sebagai agenda puasa di kelas kepompong. Pada tulisan saya sebelumnya saya telah membuat indikator pencapaian yang saya buat sendiri, indikator tersebut bisa dibaca di tulisan saya  Indikator pencapaian puasa kelas kepompong . Namun, tidak semua hal indah yang saya rencanakan bisa berhasil saya wujudkan. Bungsu saya harus dirawat di rumah sakit, setelah sebelumnya sulung saya juga sakit. Tidak ada yang bisa saya lakukan selain merubah rencana dan tujuan pendampingan, yakni hanya berfokus pada kesehatan anak-anak saya. Sebagai fasilitator anak, saya hanya berharap bisa sabar, tenang, berfikir positif dan tidak putus asa. walau pun sangat sulit untuk melaksanakan hal tersebut. Saya benar-benar diuji, bagi saya multitasking tanpa hati yang benar-benar ada saat melakukan kegiatan berbeda nilainya. Saya hanya sekedar menjalankan tugas dan kewajiban.  Sebagai bunda yang b...

Fasilitator Anak : Berfikir Positif

Hilmi harus dirawat inap setelah denyut nadinya semakin melemah. Dokter anaknya menyarankan untuk melakukan rawat inap sebelum keadaan Hilmi semakin tidak terkendali. Kami belum pernah mengalami rawat inap karena sakit. Sebagai keluarga dokter, jika sakit kami akan melakukan observasi dan pengobatan secara mandiri terlebih dahulu. Namun, kali ini setelah melakukan rawatan secara mandiri, lalu berkonsultasi selama 2 hari dengan dokter spesialis anak, penyakit Hilmi belhm tertangani. Setlah dua hari berkonsultasi dengan dokter anak, kami diminta melakukan pemeriksaan darah lengkap di salah satu laboratorium di kota medan. Lalu melihat kondisi fisik Hilmi, kami disarankan untuk melakukan rawat inap. Jangankan bagi Hilmi, bagi saya ini juga babak baru yang saya jalani.  Hilmi harus masuk ruang PICU (ICU Anak) agar perkembangan kondisinya bisa dipantau  secara lebih intensif. Masuk ke ruang PICU kondisi yang harus dipersiapkan adalah mental. Hilmi kami temani d...

Fasilitator Anak : Tauhid

Mengajarkan Tauhid bukanlah perkara yang mudah. Bukan sekedar pengertian dan menyampaikan contoh-contohnya untuk dihafal. Kami sekeluarga sedang diuji, sudahkan menanamkan Tauhid sedari dini kepada anak-anak.  Saat ini anak-anak sedang sakit, sudah 5 hari suhu tubuh mereka diatas 37'c. Kami berupaya untuk menurunkan demam yang mereka alami. Abinya memberikan obat, vitamin dan antibiotik. Saya bertugas memberikan makanan dan minuman yang bisa meredakan sakit anak-anak. Di masa Pandemi Virus Corona ini, sakit bukanlah yang hal biasa untuk dihadapi, kecemasan kami meningkat, apalagi Hilmi anak ke-2 kami mulai batuk dan nafasnya pendek-pendek. Saya cemas sekali. Saya berupaya menenangkan diri dan menyibukkan diri, begitulah cara saya untuk tidak larut dalam cemas. Namun saya tetap cemas. Malam ini kami membawa anak-anak ke dokter anak, dokter tersebut  adalah teman suami saat kuliah di fakultas kedokteran. Dari hasil konsultasi dengan beliau, malam ini kami harus ...

Fasilitator Anak : Evaluasi Puasa Tahap 3

Gambar
Saat ini saya memasuki Puasa Tahap Ke 3 dari kelas kepompong di Bunda Cekatan. Sudah hampir sampai di akhir kelas. Namun, saya justru baru memulai puasa menjadi Fasilitator Anak setelah membenahi emosi dan berbagai aktivitas yang saya miliki. Justru pada puasa tahap ke 3 ini saya merasakan bahwa saya harus lebih disiplin dan bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan anak-anak saya. Puasa tahap ke 3 memberi saya evaluasi bahwa saya harus selesai berperan sebagai fasilitator tumbuh kembang anak-anak sebelum melangkah keluar. Hasil Evaluasi Puasa Tahap 3 Saat memulai puasa tahap ke 3 ini saya telah menetapkan indikator atau pun parameter yang harus saya penuhi sesuai kriteria badge yang telah saya buat sebelumnya. Saya menggunakan parameter yang saya buat sendiri agar setidaknya saya memiliki gambaran target apa yang mau saya capai. Dari hasil evaluasi puasa tahap 3 ini, 3 badge I Need Improvement saya dapatkan setelah saya tidak memenuhi kriteria membuat draft pembelajar...

Evaluasi Fasilitator Anak : Hari ke-6

Menjadi fasilitator anak yang mempuni adalah puasa saya di minggu ke-3 kelas kepompong, bunda cekatan. Saya ingin mengisi waktu berharga saya dengan melakukan proses belajar dengan anak-anak yang menyenangkan dan berkesan bagi kami semua. Saat gairah belajar kami sedang tinggi, anak-anak mengalami gejala  Demam Dengue.  Anak-anak mengalami panas tinggi selama 2-3 hari, lalu kepala terasa pusing dan sedikut menggigil. Kesembuhan anak-anak adalah tujuan utama kami saat ini. Keseruan mempelajari dan mengembangkan kemampuan dalam hal video fotographi harus kami tunda saat ini. Walau pun hasrat dan target belajar saya pribadi saat ini sedang tinggi. Saya harus mengesampingkan hal itu. Saya harus mengurus anak-anak terlebih dahulu, mendampingi mereka melewati masa sakit dan perasaan yang tidak nyaman bagi mereka. Tugas saya sebagai fasilitator anak saat ini adalah mendorong suami menjelaskan sesuai ilmu medis apa yang sedang dialami anak-anak. Tugas kami adalah mendampi...

Ghaza : Belajar Membuat Video

Gambar
Ghaza, sulung saya seharusnya mempresentasikan proses dan hasil belajarnya menggunakan Kinemaster. Ghaza sedang belajar membuat video. Sebelumnya Ghaza hanya menggunakan perekam yang terdapat di Hand Phone saja. Namun, kali ini Ghaza ingin mengeksplorasi salah satu aplikasi yang bisa digunakan secara gratis oleh banyak orang. Sehari sebelumnya, saya dan anak-anak belajar membuat video, kebetulan Hilmi memiliki tugas sekolah yang dildokumentasi dengan video. Ghaza sangat senang bisa mempelajari Kine Master secara otodidak. Ternyata tidak semudah yang saya bayangkan, tetapi anak-anak punya cara yang berbeda melihat masalah, mereka lebih kreatif dan berani mencoba. Sudah tiba masa anak-anak mengajari saya, orang tua mereka. Pengalaman belajar bersama ini sangat menyenangkan bagi kami semua, ternyata keterbukaan kita tidak mengetahui atau tahu segala hal juga tidak ada salahnya dikemukakan pada anak-anak. Hal yang penting dilakukan adalah mencari tahu bagaimana kami bisa mempel...

Evaluasi Fasilitator Anak : Hari ke-4

Gambar
Setelah kemarin menuliskan bahan evaluasi pendampingan bagi anak-anak saya di  FB saya , saya merasakan bahwa lebih mudah membuat kegiatan harian yang bisa dilakukan anak-anak saya. Pendampingan proses belajar yang kami terapkan adalah berprosesnya anak-anak menemukan PERAN PERADABAN menuju MISI HIDUP.  Kami hatus mempersiapkan anak-anak yang peran peradabannya benar dan baik secara pribafi maipun komunal. Sebagai pribadi peran peradaban yang hatus kami persiapankan adalah membentuk pribadi yang Rahmatan LilAlamin, Bashito wa Nadiro. Atau pribadi yang menjadi Rahmat bahi sekalian alam, serta pembawa kabar gembura sekaligus peringatan bagi semua. Lalu peran komunal, atau peran dalam komunitas yakni sebagaimkhiruh ummah dan ummatan washaton. Anak-anak akan belajar dan berlatih menjadi pribadi yang kuat leadershipnya dan mampu menjaga keseimbangan dan harmonis. Kegiatan harian yang kami agendakan : Beribadah baik sendiri maupun berjamaah Berolah raga secara te...