Postingan

Review Tantangan 8 : Cerdas Financial

_Institut Ibu Profesional_ _Review Materi Sesi 8_ *CERDAS FINANSIAL IBU  BERPENGARUH PADA ANAK* Bunda, terima kasih sudah menyelesaikan tantangan di kelas bunda sayang yang ke #8 kali ini. Kita sudah melewati 2/3 perjalanan kita. Sejatinya di materi kali ini kita ditantang untuk menjadi cerdas finansial dengan cara memandu anak-anak  ( Learning by Teaching).  Maka langkah yang kita ambil adalah memahamkan diri kita terlebih dahulu  bahwa uang adalah bagian kecil dari rezeki. Selanjutnya belajar mengelola uang, membaginya kepada yang berhak, membedakan keinginan serta kebutuhan. Kita sedang tumbuh bersama anak dengan menjadi teladan, sehingga anak ikut belajar mengelola uang dan bertanggung jawab terhadap bagian rezeki yang didapatkan di dalam kehidupan ini. Maka kuncinya adalah mulai dari orangtuanya. Salah satu peran kita sebagai Ibu bukanlah untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas s...

Aliran rasa tantangan 8 : Cerdas Financial

Gambar
Saya sangat bersyukur anak-anak bisa terus menyiasati penggunaan uang mereka, baik itu uang yang berasal dari uang jajan, dari pemberian atau pun hasil penjualan yang mereka lakukan. Ghaza si sulung semakin menyadari bahwa dengan berbekal kemauan berbisnis ia akan memperoleh uang tambahan. Hilmi di usia hampir 7 tahun, masih mengikut dan belum menemukan model bisnis sendiri yang dia benar-benar minati. Tetapi Alhamdulillah si kecil ini sudah lebih pandai mengelola uangnya. Dan tidak lupa, dana yang telah anak-anak sisihkan dari uang jajan untuk berbagi secara berkala kami sumbangkan. Anak-anak praktek langsung memberikan uang tersebut apakah ke kotak amal di masjid atau pun diberikan kepada orang yang lebih membutuhkan. Akhirnya, konsistensi saya dan suami sebagai orang tua untuk terus mengarahkan anak-anak kami agar semakin cerdas secara financial. Cerdas mencari uang dan membelanjakan uang tersebut baik untuk kepentingan dunia dan akhirat. Karena sejatinya semua yang ki...

Tantangan 8 : Membentuk kebiasaan finansial yang baik

Gambar
#tantangan8 #rezekiitupastikemuliaanlahyangharusdicari #kelasbunsayiip Di sebuah buku yang sedang saya baca, The Amazing of Habits, salah satu yang disinggung waktu yang diperlukan untuk membentuk kebiasaan baru. Diatas 18 hari, kita akan mampu membentuk kebiasaan baru. Dan saya akan mencob meneruskan kebiasaan positif anak2 dalam mengelola financial mereka mulai dari kegiatan mengumpulkan uang, merencanakan penggunaannya, membelanjakannya untuk kebutuhan diri, menolong orang lain dan tentu saja untuk menabung. Anak-anak juga akan melihat hasil aktivitas ini berhubungan langusng dengan banyak hal. Pengelolaan emosi, kemampuan matematik dan sebagainya. Mudah-mudahan akan semakin semangat meneruskan kebiasaan ini..😊

Tantangan 8 : Dalam sebahagian rezeki kita ada hak orang lain

Gambar
#tantangan8 #rezekiitupastikemuliaanlahyangharusdicari #cerdasfinancial #kelasbunsayiip Anak-anak dilatih menyisihkan sebahagian hak fakir miskin, anak yatim dari setiap rezeki yang mereka dapatkan. Secara berkala, kami menyalurkan uang yang dimiliki anak-anak dari pos INFAQ/SADAQOH mereka. Kali ini, Hilmi berkesempatan menyalurkan uang yang dimilikinya ke kotak amal. Alhamdulillah Hilmi sangat antusias. Insya Allah ini akan menjadi kebiasaan anak-anak, untuk senantiasa mengingat bahwa dalam setiap rezeki yang kita miliki ADA HAQ ORANG LAIN disana. Alhamdulillah.

Tantangan 8 : Evaluasi Cerdas Financial

Gambar
#tantangan8 #rezekiitupastikemuliaanlahyangharusdicari #cerdasfinancial #kelasbunsayiip Hari ini saya sengaja mengajak anak-anak mendiskusikan program cerdas financial mereka. Saya dan anak-anak membahas praktek pengelolaan uang saku anak-anak. Saya memberikan uang saku unyuk 3 hari sebesar Rp 10.000, saya minta mereka membagikannya untuk keperluan Jajan, Tabungan (dunia), Infaq (tabungan akhirat). Ghaza bertanya kenapa harus ada infaq. Ah anak ku, Alhamdulillah dikasi jalan menanamkan Tauhid. Saya berkesempatan menjelaskan ada hak fakir, miskin, dan anak yatim dari setiap rezeki yang mereka terima. Lalu berlanjut hitungan-hitungan tabungan mereka jika mereka rutin menabung. Hilmi sangat antusias. Sekaligus saya menjelaskan perkalian dalam hal ini. Trus saya bilang ke anak-anak, masih ada cara menambah tabungan antara lain dengan berdagang. Trus Ghaza bilang ke saya.."iya seperti abang..abang ga takut uang jajan habis..karena abang punya tabungan dari jualan mai...

Tantangan 8 : Ilmu sebagai rezeki yang tak ternilai

Gambar
#tantangan8 #rezekiitupastikemuliaanlahyangharusdicari #cerdasfinancial #kelasbunsayiip Hari ini Ghaza dan Hilmi berkesempatan belajar menyablon kaos sendiri. Saya sampaikan bahwa, ini adalah rezeki bertemu teman-teman, mendapatkan ilmu dan bisa langsung belajar dari ahlinya. Dengan melakukan banyak hal, saya berharap cakrawala berfikir mereka semakin terbuka luas. Saya berharap dengan berbagai aktivitas seru di TOUR CENDEKIA, anak-anak bisa merasakan bahwa orang yang memiliki ilmu, kreatif bisa menciptakan peluang usaha lewat barang yang nantinya bisa diperjual belikan dan hal itu tentu saja bisa menghasilkan uang. Bahkan perlahan mereka memahami bahwa harta yang tidak ternilai antara lain adalah ilmu yang bermanfaat. Mungkin saat ini meteka masih sebagai murid, besok lusa mereka bisa saja menjadi gurunya. Alhamdulillah. Rezeki itu pasti.

Tantangan 8 : Praktek manajemen uang

Gambar
#tantangan8 #rezekiitupastikemuliaanlahyangharusdivari #cerdasfinancial #kelasbunsayiip Mengelola uang harus dipraktekkan tidak bisa hanya teori, karena pengelolaan berarti tidak selamanya berjalan apa yang kita rencanakan, terkadang malah hal yang sebaliknya yang terjadi. Maka, anak-anak harus mengelola uang mereka sendiri, dari uang jajan misalnya 20.000 dalam 1 minggu, saya mengamati bagaimana anak-anak belanja. Dan yang paling penting juga adalah reaksi mereka ketika uang yang mereka miliki hampir habis sementara disaat yang sama mereka ingin membeli sesuatu. Terkadang mereka menggunakan jurus tantrum, tapi seperti biasa semakin tabtrum maka akan semakin keiinginan mereka tidak terpenuhi. Maka lebih baik pelan-pelan dijelaskan kondisinya dan anak-anak akan mulai mencari solusinya. Saya???, ya tinggal nunggu laporan..apakah butuh dana talangan, cukup beralasan hal itu dilakukan atau tidak..😊