Sekantong darah kemanusiaan

Gawai saya berdering, terdengar suara senior saya di ujung telepon. Saya  sampaikan bahwa saya masih ada diskusi dengan salah satu teman saya di seberang pulau. Saya melihat ada jejak pesan di WAG yang kami ada di dalamnya. Setelah saya menyelesaikan kegiatan, saya membuka kembali gawai yang terletak di atas meja. Senior saya mengirim pesan penting yang isinya dia sedang membutuhkan darah, segera!. 

Saat itu beliau terlihat panik, memang kondisi pasien yang merupakan keluarga nya, saat ini membutuhkan sekitar 3-5 kantong darah. Pasien sedang dalam rawatan intensif pasca operasi. Saat mengirimkan pesan beliau tidak ingat bahwa saya memiliki golongan darah yang beliau minta. Sebagai salah satu ketua dan saya sekretarisnya, beliau pada awalnya meminta bantuan saya untuk mengakses data pendonor dan meminta bantuan agar pesannya diteruskan ke grup dan orang yang memiliki golongan darah yang dibutuhkan. Saat saya menyebutkan bahwa saya akan datang ke rumah sakit baru beliau sadar saya termasuk dalam daftar pencarian pendonor. 

Setelah selesai mendonorkan darah, saya menyempatkan diri menjenguk pasien yang memang sudah saya kenal. Rasa tidak tega pun memenuhi kepala saya. Wajah suaminya masih menggambarkan kekhawatiran atas kondisi istrinya yang harus terus mendapatkan transfusi darah setelah perdarahan yang dialaminya.

Saya tidak berlama-lama singgah, hati saya tidak kuat. Alhamdulillah proses donor darah yang saya lakukan bisa berlangsung cepat, setelah melalui beberapa pengecekan lagi, darah itu akan segera digunakan.

Beberapa hari lagi KAHMI, DEMA dan FORHATI SUMUT akan melaksanakan kegiatan yang rutin kami lakukan setiap tiga-empat bulan sekali, yakni donor darah untuk kemanusiaan. Ternyata kali ini saya lebih dahulu melakukannya dari donor darah yang biasa kami lakukan di sekretariat. Kegiatan donor darah ini menjadi momen yang kami gunakan untuk menyebarkan kebaikan, sekaligus menyehatkan tubuh. 

Donor darah menjadi salah satu kegiatan yang harus dikampanyekan agar masyarakat Sumatera Utara tertarik menjadi pendonor. Kami menyadari PMI tak bisa bekerja sendiri dalam mengajak masyarakat untuk berani dan mau menjadi pendonor. 

Berdasarkan data PMI Medan, saat ini PMI Medan memiliki stok darah yang mencukupi. Stok darah PMI Medan setiap hari di atas 1.000. Namun, ternyata kebutuhan masyarakat Medan dalam sebulan itu rata-rata mencapai 6.000 kantong per bulan. Masih banyak pendonor darah yang dibutuhkan.

Ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan saat melakukan donor darah, terutama bagi orang lain yang membutuhkan. Darah yang berasal dari satu orang pendonor katanya dapat menyelamatkan hingga tiga nyawa. 

Selain manfaat untuk orang yang memang membutuhkan darah, ada beberapa manfaat kesehatan bagi pendonor yang perlu kita ketahui:

1. Bisa mendeteksi penyakit

Sebelum bisa mendonorkan darah, kita harus melewati sejumlah pemeriksaan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Prosedur standar nya adalah pemeriksaan darah untuk mendeteksi penyakit serius. Ada beberapa data yang perlu kita isi dalam form regestrasi pendonor yang diberikan oleh Palang Merah Indonesia. Selain data diri kita juga diminta mengisi data tidak mengidap beberapa penyakit seperti HIV, sifilis, hepatitis B, hepatitis C, hingga malaria. Hal ini penting dilakukan demi mengantisipasi adanya penularan penyakit melalui transfusi darah. Selanjutnya tenaga kesehatan akan memeriksa tekanan darah dan HB calon pendonor. 

2. Meningkatkan produksi sel darah

Rutin melakukan donor darah bukan berarti bisa mengurangi kadar darah yang kita miliki. Justru, kegiatan ini bisa meningkatkan produksi sel darah merah dalam tubuh kita, loh. Setelah melakukan donor darah, sel darah memang akan berkurang. Namun, sumsum tulang belakang akan segera memproduksi sel darah merah baru untuk menggantikan yang hilang. 

Proses ini akan memakan waktu beberapa minggu. Seseorang yang mendonorkan darahnya secara teratur, tubuhnya akan menstimulasi pembentukan darah baru yang segar.

3. Membuat panjang umur

Ada informasi menarik bagi kita semua, menurut beberapa penelitian, berbuat baik dapat membuat seseorang hidup lebih lama sekitar empat tahun. Nah, dengan melakukan donor darah kita bisa menolong orang lain yang sedang membutuhkan. 

Menurut penelitian dari Mental Health Foundation, donor darah juga bisa menjaga kesehatan emosi seseorang. Ternyata saat mendonorkan darah, kita bisa mengurangi tingkat stres hingga membantu menghilangkan perasaan negatif.

4. Menjaga kesehatan jantung

Donor darah juga bermanfaat untuk memperlancar aliran darah hingga mencegah penyumbatan arteri. Dengan rajin mendonorkan darah, hal tersebut dapat menurunkan risiko serangan jantung hingga 88 persen. 

Tak hanya itu, mendonorkan darah juga bisa meminimalkan risiko berbagai penyakit berbahaya seperti kanker, stroke, dan serangan jantung. Hal menarik lainnya, donor darah juga bermanfaat bagi tubuh, donor darah bisa membuat kadar zat besi dalam darah menjadi stabil.

5. Membakar kalori

Hal ini belum banyak diketahui, bahwa dengan mendonorkan darah, kita bisa membakar kalori. Setiap 450 mililiter darah yang kamu donorkan bisa membakar sampai 650 kalori. Agar tidak dehidrasi dan kekurangan tenaga, kita harus banyak minum air putih dan mengonsumsi makanan sebelum melakukan donor.

6. Menurunkan risiko kanker

Pemicu utama sel kanker adalah paparan radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas ini biasanya menumpuk di dalam peredaran darah kita. Dengan melakukan donor darah, risiko kanker pun bisa kita minimalisir, termasuk kanker hati, paru-paru, usus besar, perut, dan tenggorokan

7. Menurunkan kolesterol

Manfaat kesehatan lain dari mendonorkan darah secara rutin adalah menurunkan kolesterol dalam tubuh. Dengan mendonorkan darah, secara teratur, kadar kolesterol akan berkurang seiring dengan lamanya pendarahan. 

Sebelum memerikan darah, kita harus mengetahui syarat melakukan donor darah. Untuk dapat mendonorkan darah, pendonor minimal harus berusia 17 tahun dan maksimal 70 tahun. 

Berat badan minimal untuk mendonorkan darah adalah 45 kg, dengan tekanan darah sistole di bawah 180 dan diastole di bawah 100, untuk orang dengan tekanan darah yang cenderung tinggi.

Sedangkan untuk orang yang memiliki tekanan darah rendah, tekanan darah sistole/diastole yang dianggap aman sekitar 90/50. Selain itu, pendonor juga sebaiknya memiliki kadar hemoglobin sekitar 12,5–17 grams (g) of hemoglobin per deciliter (dL), dan tidak lebih dari 20 grams (g) of hemoglobin per deciliter (dL).

Hal yang juga harus kita ketahui, ada beberapa kondisi yang menyebabkan kita tidak boleh menyumbangkan darah, seperti:

1. Pengidap diabetes

Kegiatan mendonorkan darah bisa memengaruhi kadar hemoglobin A1c (HbA1c) pada pengidap diabetes. Kondisi ini bisa berlangsung setidaknya selama dua bulan setelah donor darah lengkap. Para ahli merekomendasikan agar pengidap diabetes menunggu setidaknya empat bulan untuk melakukan donor selanjutnya.

2. Pengidap kanker

Seseorang yang mengidap kanker, terutama kanker darah tidak diperbolehkan untuk melakukan kegiatan ini. Di samping karena sifat dari penyakitnya, pengidap kanker lebih rentan mengalami anemia dan infeksi. Akibatnya, tindakan donor malah bisa membahayakan dirinya sendiri maupun penerima donor. 

3. Pengidap penyakit menular

Orang yang mengidap penyakit menular, seperti sifilis, hepatitis B/C, hingga HIV juga pantang melakukan donor. Tindakan ini bisa menyebabkan penularan dan penyebaran virus sehingga menempatkan risiko kesehatan pada penerima donor. Pasalnya, mayoritas penyakit menular bisa ditularkan lewat darah.

4. Pengidap epilepsi

Donor darah diyakini mampu meningkatkan risiko kejang. Risiko ini semakin tinggi pada mereka yang mengidap epilepsi. Bagi mereka yang ingin mendonorkan darah, pengidapnya harus bebas kejang dan tidak membutuhkan pengobatan setidaknya tiga tahun. 

5. Pengidap kelainan darah

Seseorang yang mengidap kelainan darah, seperti hemofilia juga tidak dianjurkan untuk melakukan donor darah. Hemofilia adalah gangguan yang membuat darah tidak membeku secara normal.

Kondisi tersebut membuat pengidapnya mudah mengalami pendarahan. Itu sebabnya, pengidap hemofilia tidak dianjurkan mendonorkan darah karena bisa membahayakan kesehatannya sendiri maupun penerima donor. 

6. Pecandu narkoba dan minuman keras

Seorang pecandu maupun mantan pecandu narkoba dan minuman keras juga tidak disarankan untuk donor darah. Sebab, obat-obatan terlarang dan minuman keras tersebut bisa tersalurkan melalui aliran darah. Alhasil, hal ini bisa membahayakan penerima donor.

Bagi mantan pecandu, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter sebelum melakukan donor darah untuk memastikan keamanannya. 

Jika kita dalam kondisi seperti di bawah ini, donor darah harus ditunda.

Selain penyakit di atas, ada beberapa kondisi yang sebaiknya menunda donor darah:

  • Demam dan influenza: tunda 1 minggu setelah sembuh.
  • Cabut gigi: tunggu 5 hari usai sembuh.
  • Operasi kecil: tunda 6 bulan.
  • Operasi besar: tunda satu tahun.
  • Setelah menerima transfusi: tunda 1 tahun.
  • Melakukan tato, tindik, tusuk jarum dan transplantasi: tunggu 1 tahun.
  • Ibu menyusui: tunggu 3 bulan setelah berhenti menyusui.
  • Sembuh dari malaria: tunda 3 tahun setelah bebas dari gejala malaria.
  • Telah berkunjung ke daerah endemis malaria: tunda 1 tahun.
  • Tinggal di daerah endemis malaria selama 5 tahun: tunggu 3 tahun setelah ke luar dari daerah tersebut.
  • Sembuh dari tipus: tunda 6 bulan setelah sembuh.
  • Usai menerima vaksin: tunggu 8 bulan setelahnya.
  • Mengalami alergi: tunggu 1 minggu setelah sembuh.
  • Infeksi kulit: tunda 1 minggu setelah sembuh. 
"Berapa banyak darah saya diambil, dek perawat?". 

Perawat yang bertugas tersenyum, "Seorang pendonor bisa diambil darahnya sekitar 250-350cc, bu. Hari ini, darah Ibu yang kami ambil hanya 250cc, Bu."

Alhamdulillah, hari ini saya berbagi satu kantong darah kemanusiaan sebanyak 250cc, semoga membantu pasien yang membutuhkan darah dan Allah SWT meridhoi kita semua."

Referensi:

St. Mary’s Medical Center. Diakses pada 2023. Health benefits of donating blood.

Healthline. Diakses pada 2023. The Benefits of Donating Blood.

EMC Healthcare. Diakses pada 2023. Good For Health, Here Are 9 Benefits of Blood Donation.


Komentar

Postingan Populer

Tentang Olfactory dan Gustatory

Juma Lau, Tempat Wisata Asri Dekat dari Medan

Serunya Belajar Mind Mapping