Memantaskan Diri Menjadi Bunda Produktif

Saya berharap proses belajar saya menjadi seorang bunda produktif menjadi sebuah kenyataan bukan sebuah utopia yang tidak bisa saya wujudkan. Di kelas Bunda Produktif - Institut Ibu Profesional saya melatih diri menjadi ibu yang benar-benar produktif, bukan menjadi ibu yang sibuk tidak menentu dan tidak kelihatan hasilnya baik bagi diri sendiri, bagi keluarga maupun masyarakat.

Saat ini di kota virtual kami, Hexagon City, proses memantaskan diri menjadi seorang Bunda Produktif sedang konsisten dilakukan. Saya diminta mengukur diri dan mengikuti prosesnya dengan mindfullness, hadir dengan kesadaran diri terhadap proses belajar yang saya pilih sendiri. Secara sukarela saya berusaha memantaskan diri mengikuti aktivitas Zona X-tra Miles. 

Seperti halnya proses belajar dengan kesadaran diri yang dilakukan selama ini di Bunda Produktif, saya diminta untuk melakukan refleksi diri terhadap beberapa hal, yakni;

Apakah saya sudah berproses menjadi seorang Bunda Produktif

Apakah selama ini saya sudah produktif di kota virtual kami, Hexagon City?. Apa indikator produktif buat saya saat ini? Uang atau karya? Meskipun sama-sama benar, sama-sama mulia, saya diminta menempatkan makna produktif itu berdasarkan aktivitas yang telah saya lakukan.

Apakah selama ini saya sudah memiliki ciri diri sebagai seorang yang Kreatif?

Saya diminta merefleksikan diri apakah saya sudah kreatif beraktivitas di Hexagon City?, Apakah saya lakukan sudah pernah kita jalankan, dan apakah selama di Hexagon City ada perubahan yang saya rasakan? 

Apakah selama ini saya sudah memiliki ciri diri sebagai seorang yang Solutif?

Selama di Hexagon City, saya dan teman-teman di Co Housing Manajemen Waktu dan Diri 2 (Maudi), kami berupaya merancang sebuah project passion. Saat ini project passion kami adalah menyelesaikan sebuah buku Tuntas Manajemen Diri (TASMARI). Berdasarkan project passion tersebut kami diminta untuk membuat refleksi apakah ide-ide project passion kami selama ini menjawab tantangan, sehingga saya termasuk menjadi bagian dari solusi.

Pada waktu menyaksikan Ibu Septi Peni Wulandani menyampaikan materi saya mencatat hal yang bisa saya jadikan bahan refleksi diri.

Cycle of 9-5 Job

Istilah ini biasanya digunakan oleh orang yang bekerja di ranah publik, namun setelah saya menarik makna dari Cycle of 9-5 Job, istilah ini juga bisa terjadi pada siapapun. Begitu juga dengan saya yang bekerja dari rumah baik untuk urusan domestik atau pun publik.

Bekerja dengan sistem Cycle of 9-5 Job adalah bekerja dengan rutinitas yang hanya berdampak pada timbulnya rasa letih - kembali ke rutinitas kerja - makan malam - tidur - bangun - rutinitas lagi - dan lagi. Tanpa terasa apa yang saya lakukan bisa saja menjadi kebiasaan yang terus saya lakukan dari hari ke hari, bulan ke bulan, sampai tahun ke tahun. 

Jika dilihat secara finansial, bisa saja seorang gaya aktivitasnya dilakukan dengan Cycle of 9-5 Job, masih terjebak finansial, cashflow dalam rumah tangga berjalan tidak sesuai harapan, padahal bisa saja saya merasa sudah berada pada putaran waktu yang panjang dengan rutinitas yang dilakukan sangat banyak, tetapi ternyata tidak ada perubahan dari apa yang saya lakukan. 

Saat ini saya memfokuskan diri menghasilkan karya, walau saya memiliki aktivitas yang mendatangkan uang, namun itu belum saya masukkan sebagai fokus aktivitas saya. Dahulu sudah saya jalani kehidupan sebagai seorang istri, ibu dan pegawai kantoran, saat ini saya ingin fokus melatih diri menghasilkan karya. Sebagai pribadi saya memang memiliki beberapa aktivitas eksternal sejauh ini memang tidak ada kendala berarti yang saya alami. Aktivitas saya bisa saya kendalikan selain tugas utama sebagai seorang ibu, namun dengan melakukan refleksi ini, saya ingin mengaplikasikan ilmu Fotitu yang menjadi salah satu isi TASMARI kami, yakni Fokus pada Tiga Tugas. Alhamdulillah karya saya sudah saya mulai dengan Senyum Dunia dan Tour Cendekia sejak tahun 2010. Satu hal yang saya sadari jika saya terus-menerus memiliki aktivitas dimana-mana maka saya akan kewalahan melakukan pengembangan aktivitas saya sendiri.

Walau pun karya saya di beberapa komunitas tempat saya bergabung juga ada, saya menyadari ada hal yang harus saya rubah, saya membutuhkan waktu, tenaga dan pikiran fokus untuk mengelola apa yang telah saya dan suami rintis.

Saat mendapatkan tantangan X-tra miles, saya melihat ini sebagai peluang dan tantangan yang harus saya gunakan. Saya ingin memaknai aktivitas saya di Hexagon City dengan makna yang benar dan baik. Saya ingin memulai fokus menjalankan peran di Hexagon city ini.

Peran yang saya jalani saat ini adalah :

  1. Sebagai Hexagonia di Co Housing Manajemen Waktu dan Diri 2 (Maudi)
  2. Sebagai Sekretaris Jendral di Hexagon City.

Saya akan berusaha mewujudkan peran istimewa dari kedua peran diatas. Seperti yang disampaikan oleh founding mother Ibu Profesional, saya akan berusaha melakukan sesuatu yang sudah saya kenal dengan target yang melebihi standar, saya akan berusaha mengeluarkan effort lebih karena harus saya harus mencapai target yang lebih tinggi dari saat ini. Pastinya saya harus merubah kebiasaan saya, melatih etos kerja, sehingga saya bisa melakukan proses sebagai Bunda Produktif.

Saya bersedia Menerima Tantangan deep-dive:

Go to the X-tra Miles

Hal yang luar biasa yang saya lakukan sebagai seorang Hexagonia adalah berkomitmen mengawal penetapan isi buku, mempelajari dan menjadi mentee Self Awareness untuk menarik benang merah dari bagian mengelola emosi diri yang saya rasa masih belum menyatu dengan baik di buku yang akan kami hasilkan. Saya juga bersedia untuk melakukan diskusi-diskusi secara intens walau pun aktivitas Sekjen di Hexagon City juga sangat padat. Hal baru lainnya adalah saya akan memberikan materi RACI dan Action Plan yang dibutuhkan teman-teman khususnya yang ber-aktivitas di ranah publik. Konsekuensi disebutkan oleh founding mother saat beliau live di kelas Bunda Produktif adalah teman-teman yang menagih agar mereka juga mengenal dan mendapat sharing pengetahuan dari apa yang saya lakukan selama ini sebagai Sekjen Hexagon City. Saya yakin saya bisa, saya akan meluruskan niat untuk berbagi dan berdampak pada teman-teman Co housing Maudi.

Sebagai seorang Sekjen di Hexagon City saya berusaha untuk berkomitmen dan konsisten menjalani tugas-tugas saya sebagai motor organisasi. Saat ini saya sudah membuat proposal pengadaan dan SOP yang, saya ingin mempelajari beberapa hal tentang pengelolaan administrasi agar aktivitas di Hexagon City benar-benar produktif, kreatif dan solutif untuk urusan surat-menyurat.

Go to the X-tra Ordinary

Pada bagian ini saya akan berupaya untuk memberikan pelayanan kepada teman-teman, cara yang saya lakukan adalah dengan membuat kelas menggunakan  zoom meeting dan membuat presentasi sederhana. Saat ini saya sudah merapikan tugas saya terkait RACI dan Action Plan di Hexagon City. Tentu bukan hal benar dan baik saat menceritakan apa yang  tidak saya kerjakan saat ini.

Sebagai Sekjen saya masih menganggap saya bisa bekerja seorang diri tanpa tenaga admin, konsekuensi dari pilihan tersebut maka tidak ada alasan banyak hal teknis yang tidak saya lakukan dengan baik. Hal yang menjadi PR saya adalah melakukan pengarsipan sesuai rencana yang telah saya buat. Merapikan dokumentasi Hexagon City. Saya berusaha memberanikan diri menjadi x-tra ordinary people

Go to the X-tra Impact

Dampak yang saya harapkan adalah saya akan memiliki karakter baru yang unik karena kebiasaan yang saya lakukan yakni tetap berorientasi pada hasil tanpa abai pada lingkungan dan teman kerja saya. Lalu apakah setiap orang akan mengingatnya, menceritakannya kepada yang lain, kemudian mencontoh apa yang telah saya lakukan, wallahu'alam saya hanya berusaha dengan kemampuan terbaik saya. 

Solution

Kesempatan merefleksi diri saya gunakan juga untuk mengukur apa yang akan saya canangkan selama beberapa pekan ke depan. Dalam perencanaan saya, saya;

  1. Sebagai member Co Housing Maudi, saya akan mendorong teman-teman memberikan kontribusi tulisan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan yakni tanggal 25 Desember 2020. Mengenalkan sistem RACI dan action plan yang bisa dijadikan alat ukur sukses tidaknya bekerja secara tim atau kelompok. Hal ini juga menjadi X-tra miles bagi Co Housing Maudi yang telah kami canangkan bersama.
  2. Sebagai seorang Sekjen di Hexagon City saya akan menggunakan waktu libur untuk membenahi administrasi, dokumentasi dan pengarsipan di Hexagon City.

Implementation

17/12/2020

Go to The X-tra miles concept note baik sebagai Hexagonia maupun sebagai Sekjen Hexagon City.

18/12/2020

X-tra miles Action yakni dengan berdiskusi intensif dengan teman-teman Co Housing dan menetapkan waktu belajar bersama tentang RACI dan Action Plan.

Sebagai seorang Sekjen, Saya telah menyelesaikan proposal dan 2 SOP, 1 surat perjanjian penggunaan logo dan mensosialisasikan nya kepada Mardika, City Leader dan Co Housing/Cluster Leader.

19/12/2020

X-tra Ordinary concept note

Konsep yang berhubungan dengan buku TASMARI, mendapatkan gambaran tentang manajemen emosi diri dengan mengikuti mentorship Self Awareness.

Merencanakan pembuatan alur koordinasi antar city leader agar tugas terintegrasi dengan baik.

20/12/2020

X-tra Ordinary Action

Saat ini saya sudah menjadi mentee mba Fitria Rahmadiani. Saya sudah menyampaiakan kebutuhan belajar saya dan membaca dan berusaha memahami materi yang disampaikan mentor kepada saya.

Saat ini saya sudah merapikan administrasi dengan beberapa g-drive yang ada dan terus saya lakukan sesuai target yakni sebelum tanggal 4 Januari 2021.

21/12/2020

X-tra Ordinary Impact

Saya berharap teman-teman memahami manfaat membuat RACI dan Action Plan saat mengerjakan tugas kelompok.

Semua urusan administrasi, dokumentasi dan pengarsipan menjadi hal bermanfaat yang bisa diterapkan baik di dalam mau pun di luar Hexagon city.

22/12/2020

Membuat jurnal X-tra miles

Ini baru permulaan,

Start going the X-tra Mile and Opportunity will follow you

Saya berupaya untuk memiliki Impact yang nyata

The only limit to your impact is your imagination and commitment.

 



Komentar

Postingan Populer

Juma Lau, Tempat Wisata Asri Dekat dari Medan

Let's Read, Menumbuhkan minat baca dengan menyenangkan.

Tentang Olfactory dan Gustatory