Melatih Kebiasaan (Habit) Baru


Melatih kebiasaan atau Habit baru tentunya membutuhkan proses yang melibatkan waktu, tenaga dan pikiran. Saya menyebutnya sebagai kesiapan mental. Mental yang siap dalam diri individu merupakan kunci utama perubahan perilaku individu itu sendiri. Kita hari ini adalah hasil dari apa yang kita lakukan selama ini, secara berulang dan itu membentuk KITA. 

Ketika kita ingin berubah, maka langkah pertama sadari apa yang mau dirubah, lalu kita harus merubah kebiasaan atau habit yang selama ini sudah membentuk kita tadi.

Saat ini saya ingin merubah Manajemen yang berhubungan dengan diri dan waktu, kami menyebutnya dengan TASMARI, Tuntas Manajemen Diri. Dalam kelompok belajar bersama di kelas Bunda Produktif Ibu Profesional, kami menyepakati kami memilih karakter diri yang ingin kami perbaiki secara sadar. Selanjutnya kami memilih habit apa yang akan kami latih.

Kami menyepakati bahwa kami akan melatih habit yang berhubungan dengan manajemen diri yakni emosi, lalu manajemen waktu dan komunikasi kami. Tujuan kami adalah membuat buku yang yang berisi tentang metode yang bisa digunakan oleh orang lain yang ingin memperbaiki manajemen diri sebelum melangkah keluar melaksanakan berbagai aktivitasnya.

Selama satu bulan saya akan melatih kebiasaan yang berhubungan dengan ketiga hal yang ingin saya tuntaskan. Saya membuat Saya membuat apa saja yang harus saya latih, targetnya, waktunya. Latihan pertama adalah bagaimana melatih kuadran waktu, mendampingi anak-anak saya membuat list kegiatan dan membuat desain sederhana buku atau sumber ilmu lainnya yang saya baca.


Uniknya sebagai Hexagonia kami akan melatih kebiasaan dan membuat catatan mandiri yang kami sebut self evaluation. Kami melatih diri secara bersama. Kebaikan yang dilakukan secara terkoordinir biasanya membawa kemaslahatan yang lebih besar. Didalam co-housing yang kami beri nama Maudi, kami masing-masing melatih berbagai kebiasaan atau habit yang akan menguatkan karakter kami.


Secara bergantian kami memotivasi dan mengingatkan jika ada teman yang mengalami kendala atau pun tidak aktif dalam proses latihan. Mengapa?, karena dengan melakukan project bersama tentu saja kami sudah diingatkan bahwa ada yang menjadi tantangan dalam melaksanakan project tersebut, baik itu menjadi pendukung (boost), menjadi hambatan (delay), atau bahkan menjadi penyebab kegagalan (risk) kami dalam mencapai tujuan yang telah kami tetapkan.

Kami diminta untuk menetapkan milestone untuk mencapai tujuan. Kami harus berlatih membuat tahapan apa saja yang akan kami lakukan dalam mengelola co-housing dengan karakter dan habit yang berbeda. Unik sekali, namun selama tujuannya sama, tahapan nya jelas baik dari segi waktu dan hal apa saja yang akan latih, maka perbedaan karakter dan habit menjadi khazanah yang akan memperkaya metode yang akan kami buku kan nantinya.

Untuk mengukur berhasil tidaknya apa yang kami lakukan sesuai dengan milestone yang telah kami sepakati di co-hos masing-masing. Kami membuat evaluasi secara mandiri baik yang berhubungan dengan kegiatan bersama maupun kegiatan yang dilatihkan secara pribadi.








Komentar

Postingan Populer

Juma Lau, Tempat Wisata Asri Dekat dari Medan

Let's Read, Menumbuhkan minat baca dengan menyenangkan.

Tentang Olfactory dan Gustatory